CCL Sebagai Upaya Atasi Akses Air Minum dan Ketahanan Bencana 

Diskusi upaya mengatasi akses air minum dan ketahanan bencana/ist
Diskusi upaya mengatasi akses air minum dan ketahanan bencana/ist

Catalyst Changemakers Lab (CCL) mengajak perusahaan rintisan (startup) dan organisasi masyarakat sipil (CSO) untuk bergabung dan melahirkan solusi yang akan diaplikasikan di berbagai kota di Indonesia. 


Saat ini, ada tiga kota yang menjadi pilot project kegiatan ini, yakni Bandar Lampung, Makassar dan Semarang dengan tema “Water Access and Disaster Resilience for All: Coming Together to Tackle Water-Related Issues in Indonesia” menghadirkan ahli dari startUp, CSO, dan akademisi. 

CCL adalah organisasi nirlaba yang diluncurkan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) awal November sebagai program inovatif bagi para changemakers (agen perubahan) untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan akses air minum layak dan ketahanan bencana hidrometeorologi melalui inovasi dan teknologi. 

CCL dibentuk untuk mempertemukan stakeholder dari multisektor dengan fokus pada pendekatan pola pikir sistematik dan kepemimpinan transformasional.

Selanjutnya, Pilot Project dilaksanakan untuk memastikan solusi dapat digunakan dengan baik, sehingga pemanfaatan teknologi bisa benar-benar membantu masyarakat luas di berbagai tempat.

Kemudian, Direktur Perumahan dan Permukiman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap air minum layak di tahun 2024, termasuk 30% akses air minum perpipaan, dan 15% akses air minum yang aman.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa 98% bencana yang terjadi di Indonesia sejak Januari sampai Agustus 2021 adalah bencana hidrometeorologi basah. 

"Bencana terkait air ini tidak hanya menelan ratusan korban jiwa, bencana ini juga menimbulkan kerugian sosial ekonomi yang berat bagi jutaan masyarakat yang tinggal di area rentan bencana," kata dia, Jumat (12/11).

Co-Founder and Managing Partner Social Innovation Accelerator Program (SIAP) William Hendradjaja diharapkan CCL akan melanjutkan rangkaian program dengan kampanye aktivasi untuk menyatukan para pemangku kepentingan dalam membahas isu air di Semarang, Makassar, dan Bandar Lampung

"Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat," kata dia. 

IoT platform air yang dilakukan adalah melakukan pemetaan sumber air tercemar, banjir, dan wilayah langka air, kemudian pemantauan pengurangan sampah, lokasi produksi dan distribusi air serta pelibatan partisipasi masyarakat.