Cemari Anak di Bawah Umur, Warga Padang Cermin Diamankan

Pelaku yang diamankan/ Ist
Pelaku yang diamankan/ Ist

Samsudin alias Udin (28) warga Desa Durian Kecamatan Padang Cermin diamankan Satreskrim Polres Pesawaran diduga melakukan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.


Pelaku ditangkap ketika sedang berada di rumah rekannya di Desa Durian Kecamatan Kecamatan Padang Cermin pada Kamis (15/9) sekitar pukul 10.00 Wib.

Mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan LP/B/540/VII/2022/SPKT/Polres Pesawaran/Polda Lampung tentang Dugaan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak Di Bawah Umur.

"Iya, hari Kamis (15/9) sekitar jam 10.00 Wib dapat informasi pelaku ini sedang berada di rumah kawannya di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin," kata Supriyanto, Jumat (16/9).

Kemudian, lanjut Supriyanto, berdasarkan informasi dan bukti permulaan yang cukup, Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pesawaran dipimpin Kanit Aiptu Feri Ariyan Sori bergerak cepat menuju tempat keberadaan pelaku.

"Penyidik berhasil mengamankan pelaku, kemudian pelaku berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Pesawaran untuk mempermudah pemeriksaan," ujarnya.

Ia mengatakan, kejadian berawal pada Kamis (16/6) sekitar pukul 09.30 Wib, pelapor mengetahui korban tidak berada di rumah, lalu pada Jumat (17/6), pelapor menemukan korban berada di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin.

Setelah tiba di rumah, korban mulai berubah prilaku tidak seperti biasa, kemudian pelapor membawa korban ke dokter kandungan. Dan hasil pemeriksaan dokter korban telah hamil.

"Kemudian pada Senin (25/7), korban bercerita dirinya telah disetubuhi Samsudin, pada saat korban dibawa pelaku kerumahnya, Kamis (16/6). Atas kejadian itu orang tua korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pesawaran," kata dia.

Selain mengamankan pelaku, barang bukti milik korban, sebut saja Melati (16) warga Kota Bandar Lampung, berupa satu helai baju kemeja kotak-kotak warna putih hijau, satu helai jilbab warna hitam, satu helai celana pakaian dalam warna hitam, satu helai bra warna ungu, dan satu helai celana panjang joger warna hijau tosca.

"Pelaku Samsudin akan dikenakan pasal 81 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara," pungkasnya.