Copot Kapolres Pesawaran, Lantas "Negik" Pikap Tiap Malam

Arus lalulintas macet akibat razia pikap tiap malam di Tugu Coklat, Kabupaten Pesawaran/Foto LPW
Arus lalulintas macet akibat razia pikap tiap malam di Tugu Coklat, Kabupaten Pesawaran/Foto LPW

Lampung Police Watch (LPW) desak pencopotan Kapolres dan Kasatlantas Pesawaran. Setiap sore hingga malam, polantas "negik" setiap mobil pikap di Tugu Coklat.


"Tak memilah lagi, petani hingga tukang bangunan yang pulang kerja, mereka razia juga," ujar Ketua LPW MD Rizani kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (25/9).

Sani, panggilan MD Rizani, mengatakan telah lama menerima keluhan pengemudi pikap dan masyarakat sekitar Tugu Coklat. LPW lalu menurunkan tim investigasnya.

LPW mengirimkan video hasil investigasi ketika aparat sedang "negik" para pengemudi pikap dengan alasan razia di persimpangan tugu dekat Kantor Satlantas, Kamis malam (24/9).

Dalam video tersebut, para pengemudi mengatakan hampir tiap malam dan ujung-ujungnya duit juga. Arus kendaraan juga menjadi tersendat sehingga antre panjang.

Saking sudah rutinnya, banyak petani dan tukang singgah sejenak menanti magrib di warung atau minimarket sebelum melintas Tugu Coklat. Karena, pada saat itu, razia berhenti sejenak.

LPW mendesak Kapolda Lampung untuk mencopot Kapolres dan Kasat Lantas Pesawaran karena tindakan mereka sudah meresahkan masyarakat dan menimbulkan kemacetan.

Sani yakin masih banyak perwira kepolisian yang bisa menertibkan razia yang cuma membuat susah rakyat dan mengganggu arus lalu lintas.