Damar Lampung: Program Anjuran Kader PKS Nikahi Janda Cederai Martabat Perempuan 

Direktur Eksekutif Damar Lampung Ana Yunita Pratiwi/ist
Direktur Eksekutif Damar Lampung Ana Yunita Pratiwi/ist

Lembaga Advokasi Perempuan Damar menyayangkan kebijakan internal PKS yang tentang Program Solidaritas Tiga Pihak. Di mana Salah satu bentuknya yaitu mengizinkan kadernya berpoligami dengan janda. 


Anjuran ini tertuang dalam Tazkirah Nomor 12 poin B nomor 8 yang berbunyi, "Anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu mengutamakan pilihannya kepada aromil (janda) atau awanis,".

Program ini ditandatangani Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS, Surahman Hidayat 23 September lalu. Kemudian dinyatakan dicabut usai ramai diberitakan dan mendapat banyak kritikan. 

"Sangat menyayangkan kebijakan internal PKS yang sangat nampak subordinat dan melihat perempuan hanya sebagai obyek," ujar Direktur Eksekutif Damar Lampung Ana Yunita Pratiwi, Kamis (30/9).

Menurut, Ana, masih banyak cara lain yang tidak menciderai martabat perempuan untuk menjawab permasalahan pandemi Covid-19 dengan tingginya jumlah anak yatim dan istri yang ditinggal mati suaminya atau menjanda. 

"Menjawab situasi pandemi dengan tingginya anak yatim dengan kebijakan poligami tentunya tidak tepat dan menciderai martabat perempuan. Sangat diskriminatif dan hanya dilihat ketidakberdayaan perempuan," jelasnya. 

Padahal, lanjut Ana, banyak ditemukan di masyarakat sosok perempuan kepala keluarga yang mampu bahkan menjadi tulang punggung keluarga.

"Sehingga ini merendahkan martabat perempuan dengan seolah membantu ekonomi perempuan kepala keluarga sebagai dampak pandemi dengan poligami," kata dia.

Membantu perekonomian dapat dilakukan dengan cara yang lebih menghormati dan melihat perempuan sebagai subyek. 

Misalnya, melakukan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan mendekatkan akses dan bantuan untuk modal, usaha, ketrampilan. 

"Kenapa harus diarahkan pada poligami?" tanyanya