Dana Nasabah Hilang, Nizwar Nilai Gubernur Gagal Benahi Bank Lampung

Ilustrasi Rmol Network
Ilustrasi Rmol Network

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dinilai gagal dalam membenahi kinerja perusahaan daerah terutama Bank Lampung. Pasalnya perbankan yang seharusnya menjamin keamanan data nasabah, namun datanya bocor sehingga dana dibobol melalui rekening atau kejahatan skimming.


"Memalukan sekali karena jelas BUMD yang menjadi kebanggaan namun terjadi kebocoran data nasabah. Ini fatal karena publik itu mempercayai dananya dikelola bank dengan aman, namun dengan kasus ini kepercayaan publik runtuh untuk menyimpan dananya di Bank Lampung," kata Pengamat Kebijakan Publik Lampung, Nizwar Affandi, Rabu (8/6). 

Menurutnya, ketidak mampu Arinal Djunaidi dalam membenahi Bank Lampung juga terlihat dari penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang tertinggal dibandingkan perbankan di wilayah Sumatera, seperti Bank Sumatera Selatan, Bank Sumatera Barat, dan Bank Sumatera Utara. Bank Sumatera Selatan bisa menyalurkan KUR 3 kali lipat dari Bank Lampung. 

"Dua tahun terakhir nilai penyaluran kredit di Bank Lampung hanya kisaran Rp500 miliar. Jika dibagi 36 cabang dibagi 24 bulan, artinya rata-rata satu cabang menyalurkan Rp500-600 juta. Kalau hanya segitu masih seperti BPR. Jadi janji Pak Arinal untuk membenahi BUMD jauh lebih baik itu masih omong kosong," ujarnya.

Ditambah lagi beberapa tahun terakhir, sejumlah direksi Bank Lampung mengundurkan diri, seperti terakhir Direktur Operasional PT Bank Lampung Fahmi Ridho resmi mengundurkan diri pada 16 April 2022. 

"Mengundurkan dirinya sejumlah direksi itu menjadi pertanyaan besar, apakah tantangan pekerjaan internal terlalu berat atau lingkungan kerja dilingkari Pemprov yang tidak sehat sehingga memilih mundur daripada meneruskan," jelasnya.

Terhadap permasalahan tersebut, Nizwar Affandi meminta Arinal Djunaidi untuk mengakui jika belum bisa melakukan perubahan apapun di BUMD. Sehingga jangan berambisi untuk menambah BUMD, jika BUMD yang ada belum bisa dibenahi. 

"Harusnya bisa menunjukkan jika dapat membenahi Bank Lampung seperti pendapatan dan jumlah nasabah meningkatkan. Jangan sebaliknya direksi mundur dan uang nasabah hilang. Beliau jangan marah jika dibilang BUMD kian memburuk saat dipimpin Pak Arinal karena data menunjukkan hal tersebut," ujarnya.