Dana Tidak Boleh Disebut dari 'Hamba Allah''


RMOL - Ada hal menarik dari acara Deklarasi Keterbukaan Informasi Pilkada yang digagas Komisi Informasi (KI) Lampung siang tadi.
Gubernur dalam sambutannya menegaskan, semua persoalan di pilkada harus diketahui publik.
Dikatakan, semua proses pilkada haruslah terang benderang, termasuk soal pendanaan.
"Soal pendanaan, bantuan kepada calon boleh datang dari mana saja baik perorangan maupun badan usaha. Dan itu diatur dalam peraturan pilkada itu sendiri. Tak boleh bantuan itu disebut 'hamba Allah'. Ini bukan bantuan buat masjid,"ujar Didik disambut gelak tawa undangan.
"Kepada seluruh cakada, jika ditanya dari mana asal pendanaan, semuanya harus jawab. Ndak boleh marah,"pungkas nya. [setia]