Danlanal Lampung Pimpin Upacara HUT ke-77 TNI AL

Usai upacara HUT TNI AL/ Ist
Usai upacara HUT TNI AL/ Ist

Sejarah pengabdian TNI Angkatan Laut (AL) pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah terukir dengan tinta emas sejak lahirnya bangsa ini, 77 tahun silam.


Dikatakan Komandan Lanal (Danlanal) Lampung Letkol Laut (P) Zul Fahmi saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT TNI AL yang Ke-77 tahun, di Lapangan Apel Mako Lanal Caligi Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, dengan tema “TNI AL Yang Profesional, Modern dan Tangguh Siap Mendukung Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat."

Ia mengatakan, selama 77 tahun, TNI AL selalu hadir dalam upaya menjaga kedaulatan dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara sebagai jaminan keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

"Pendaratan pasukan-M di selat Bali, pertempuran Laut Aru dan pertempuran Laut Cirebon adalah sebagian fakta sejarah pengabdian TNI AL pada negara yang kita cintai ini," kata Zul Fahmi, Senin (12/9).

Menurutnya, torehan tinta pengabdian ini tidak berhenti sampai di situ. Saat ibukota Jakarta membara dilanda kerusuhan massa tahun 1998, TNI AL hadir meredam para demonstran secara humanis, ketika KM. Sinar Kudus dibajak di Somalia, TNI AL berlayar ribuan mil menuju Teluk Aden, sigap dan tanggap membebaskan para sandera. Dan ketika bangsa ini dilanda wabah covid-19, TNI AL bergerak ke seluruh penjuru negeri mengatasi pandemi.

"Itulah sebagian kecil dari bukti nyata, pengabdian tanpa pamrih TNI AL pada negara kepulauan terbesar di dunia yang kita banggakan ini," tegasnya.

Kemudian lanjutnya, sebagai negara maritim, laut selalu dan selamanya akan menjadi urat nadi kehidupan bangsa Indonesia. Kelangsungan hidup bangsa ini tidak akan pernah lepas dari bagaimana memandang lautan nusantara sebagai sumber kehidupan dan cara untuk bertahan hidup.

Lautan menjadi media penting bagi akses pemerataan kesehatan, pendidikan dan perekonomian bangsa indonesia menuju kejayaan sebagai bangsa maritim.

"Di dasar lautan juga membentang kabel optik, sarana ekonomi digital masa kini, yang semakin hari semakin vital dalam kemajuan perekonomian bangsa. Tidak lupa, kontribusi besar sumber daya perikanan dan pariwisata bahari serta sumber daya alam lainnya yang terkandung di bawah laut membuktikan bahwa sektor maritim memegang peran penting bagi tumbuh dan berkembangnya bangsa indonesia," kata dia.

Ia juga mengatakan, dalam merespon tantangan tersebut, TNI AL melaksanakan pembangunan kekuatan yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tempur alutsista dengan upaya modernisasi diiringi dengan pemenuhan senjata dan amunisi, kelengkapan sarana dan prasarana serta dukungan logistik terpadu di bidang organisasi.

"TNI AL melaksanakan validasi dan relokasi yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan operasi terutama di pulau-pulau terluar strategis serta daerah dengan kerawanan tinggi. Hal ini secara simultan juga ditujukan untuk menunjang keberhasilan pembangunan sektor kelautan nasional," pungkasnya.