Dari Fee Rp65 M, Mustafa Kembalikan Rp250 Juta Dan Siap Berikan 3 Sertifikat

Suasana sidang kasus Mustafa/ Faiza
Suasana sidang kasus Mustafa/ Faiza

Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa memberikan rincian aliran uang masuk dan keluar hasil fee proyek di Dinas Bina Marga Lamteng dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (27/5).


Ia memaparkan total uang fee itu berjumlah Rp65.221.500.000, data ini ia dapatkan setelah melihat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi-saksi dalam persidangan. Pasalnya, Mustafa mengaku tak tahu pasti angkanya. 

"Saya enggak tahu berapa persisnya (fee yang ditarik Taufik Rahman), mungkin puluhan miliar penerimaannya," ujarnya. 

Dari jumlah tersebut, Mustafa mengaku baru mengembalikan Rp250 Juta sebagai niat baiknya mengembalikan kerugian negara. Hal itu karena ia tak pernah melihat atau menikmati uang tersebut secara langsung. 

"Saya gak pernah mengembalikan (ke KPK) karena saya gak terima langsung dan tidak Lihat langsung dan melihat fisiknya. Saya setorkan ke KPK 250 Juta terkait niat baik saya untuk mengembalikan, karena saya mengakui saya bersalah," ujarnya. 

Uang tersebut, katanya, merupakan uang dari rekanan yang ia gunakan untuk mencetak kalender. Dalam permohonan justice collaboratornya, ia siap menyerahkan tiga sertifikat tanah untuk mengganti uang negara karena ia tak memiliki uang lagi. 

"Dalam jc saya gadaikan sertifikat karena saya tidak ada uang lagi. Saya membantu JPU KPK untuk mengungkap orang-orang yang menerima aliran uang seperti DPRD karena saya gak punya uang lagi," kata dia. 

Ia juga menegaskan, tak pernah menggunakan uang fee proyek itu untuk kepentingan pribadi memperkaya diri. Uang tersebut digunakannya untuk kepentingan sosial, kepentingan masyarakat Lampung Tengah dan didesak DPRD. 

Sementara untuk rekomendasi parpol menjelang Pemilihan Gubernur tahun 2018 dilakukannya karena sudah terlanjur mendapatkan rekomendasi Partai Nasdem dan PKS. 

"Kepentingan sosial itu beli tanah untuk Islamic Center, untuk mako brimob, pos ronda dan bansos anak yatim," katanya. 

Dalam data penerima aliran uang yang dibuatnya, Mustafa merincikan kepada siapa dan lewat siapa saja uang tersebut diberikan. Termasuk uang panas Rp4 M bagian dari mahar politik kepada PKB yang belum jelas siapa yang menikmatinya. 

Ia menuliskan Okta Rijaya Rp50 Juta, M. Efendi 25 Juta, KH Hafifuddin Rp25 Juta, Dewan Syuro DPW PKB Lampung Rp75 Juta, DPC PKB se-Lampung Rp325 Juta sudah mengembalikan ke KPK. Serta Musa Zainuddin Rp1.035.000.000 sudah dikembalikan. 

Sementara, Chusnunia Chalim (BAP Midi) Rp1.150.000.000, Midi Iswanto, Khaidir Bujung dan Tio Rp50 Juta sera Midi Iswanto dan Khaidir Bujung Rp265 Juta yang belum dikembalikan.