Darmawan Purba: Tarik Menarik Kepentingan Bikin Timsel Abaikan Keterwakilan Perempuan

Ilustrasi Rmol Network
Ilustrasi Rmol Network

Komposisi enam Calon Anggota Bawaslu Lampung Periode 2022-2027 yang lulus tes kesehatan dan wawancara yang diumumkan Tim Seleksi (Timsel) Selasa (2/8) dini hari menjadi perhatian akademisi Unila, Darmawan Purba.


Pasalnya, dari enam calon yang akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Bawaslu RI itu seluruhnya laki-laki. Tidak ada keterwakilan perempuan di dalamnya.

Padahal, tiga Anggota Bawaslu Lampung yang habis masa jabatan pada september 2022 dan sedang dicari penggantinya adalah Iskardo P. Panggar, Ade Asya'ri dan satu-satunya perempuan yang kini menjabat Ketua, yakni Fatikhatul Khoiriyah.

Sementara, empat anggota lainnya yakni Hermansyah, Muhammad Teguh, Tamri, dan Karno Ahmad Satarya akan habis masa jabatannya pada tahun 2023.

Menurut Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila ini, pembentukan Timsel Bawaslu Lampung sudah sangat baik dari sisi keterwakilan perempuan. 

Di mana, dari 5 anggota Timsel diisi oleh 3 orang laki-laki dan 2 perempuan. 

"Namun sangat disayangkan timsel justru tidak sensitif terhadap upaya pengarusutamaan gender," kata Darmawan Purba, Rabu (3/8).

Darmawan melanjutkan, padahal diskursus tentang keterwakilan perempuan di semua sendi kehidupan sudah menjadi pemahaman bersama. Sehingga, keputusan timsel ini sangat disayangkan.

"Setidaknya 30 pers natau minimal 2 peserta yang lolos berjenis kelamin perempuan. Sepertinya terjadi tarik-menarik kepentingan sehingga prinsip keterwakilan perempuan diabaikan oleh Timsel," sambungnya.

Lebih lanjut, Darmawan menyebutkan bahwa keterwakilan 30 persen perempuan dalam komposisi anggota Bawaslu ini jelas diatur dalam Pasal 10 ayat (7) dan Pasal 92 ayat (11) Undang-Undang (UU) Pemilu tahun 2017.

"Jadi kalau proses rekrutmen anggota Bawaslu tidak mengindahkan ketentuan pada UU Pemilu, menurut saya hasilnya patut dipertanyakan apa yang menjadi argumentasi timsel tidak memasukkan calon perempuan," kata dia. 

Sebelumnya, berdasarkan hasil tes tertulis dan psikologi terdapat 12 nama dengan tiga orang perempuan yakni Yusni Ilham, Sri Fatimah, dan Desi Triyana.