Demi Kemanusiaan, Fraksi PKS Minta DLH Kaji Ulang Pemecatan 9 Honorer

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi/Tuti
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi/Tuti

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi meminta pemerintah kota khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mempertimbangkan kembali keputusan pemecatan 9 tenaga honorer kebersihan. 


Menurutnya, jasa yang dilakukan oleh para tenaga honorer kebersihan cukup besar. Bahkan ada yang mendedikasikan diri sejak 1998 untuk menjaga kebersihan kota. 

"Diharapkan Pemkot dapat terbuka, karena mereka kan menuntut haknya, tidak lebih. Kalaupun bisa dikaryakan kembali," kata Agus Djumadi, Senin (25/7). 

Menurutnya, walaupun DLH Kota Bandar Lampung melakukan pemecatan sesuai dengan aturan atau tidak secara sepihak, namun nasib 9 keluarganya juga perlu dipertimbangkan. 

"Duduk perkaranya perlu jelas. Kalau mereka (tenaga honorer) punya lawyer, tuntut saja Pemkot. Saya pikir Pemkot harus siap terhadap itu," ujarnya. 

Sebelumnya, sembilan tenaga honorer kebersihan yang dipecat oleh DLH Kota Bandar Lampung mendatangi Dinas Tenaga Kerja untuk membantu mencarikan keadilan. Pasalnya sejak 27 Juni mereka dipecat secara sepihak. 

Sembilan orang yang tergabung dalam Persatuan Pekerja Kebersihan Bandar Lampung (P2KBL) meminta dinas tenaga kerja untuk memediasi ke DLH. Namun permintaan tersebut ditolak karena tak memiliki kewenangan. 

"Tadi kita bertemu dengan dinas tenaga kerja. Kepala dinas menyampaikan bahwa tidak memiliki wewenang terkait persoalan petugas kebersihan dan DLH," kata Jubir P2KBL, Arfan ABP, Jumat (22/7). 

Menurutnya, alasan Dinas Tenaga Kerja tidak bisa membantu menyelesaikan permasalahannya karena status tenaga honorer yang dipecat bukan buruh, melainkan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah. 

"Mereka (dinas tenaga kerja) menyarankan untuk membuat pengaduan atau mediasi ke Inspektorat Kota Bandar Lampung. Kami langsung buatkan suratnya serta telah dikirim," ujarnya. 

Lanjutnya, P2KBL akan terus melakukan perjuangan, agar 9 tenaga honorer kebersihan yang dipecat secara sepihak mendapatkan keadilan. Apapun prosedurnya akan diikuti dengan baik. 

"Jalur manapun akan kita tempuh sampai kawan kami ini mendapat keadilan," jelasnya.