Demo Tolak Presiden 3 Periode Meluas, Tagar #MahasiswaBergerak Menggema

Illustrasi/RMOLNetwork
Illustrasi/RMOLNetwork

PENOLAKAN demi penolakan kini kian nyaring terhadap isu penundaan Pemilu 2024, perpanjangan masa jabatan presiden, hingga presiden tiga periode.

Penolakan itu disuarakan mahasiswa dari berbagai daerah meski Presiden Joko Widodo sudah bicara kepada publik tetap taat pada konstitusi yang hanya merestui jabatan presiden maksimal 10 tahun.

Dari catatan redaksi, setidaknya gerakan mahasiswa telah terjadi di sejumlah daerah.

Di Makassar, mahasiswa menggelar demo di beberapa titik, seperti di Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Ap Pettarani, dan Jalan Sultan Alauddin, Jumat (8/4).

Penolakan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden ini bahkan diwarnai aksi blokade jalan hingga dorong-dorongan dengan petugas kepolisian.

Aksi serupa juga terjadi di Istana Bogor. Mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Bogor Menggugat Istana menyuarakan tolak penundaan pemilu hingga presiden tiga periode tak jauh dari Istana.

Minggu besok (11/4), aksi serupa juga akan dilakukan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (BEM SI).

Tak hanya di sejumlah daerah, dukungan demi dukungan kepada gerakan mahasiswa atas penolakan perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu juga menggema di dunia maya.

Terpantau hingga hari ini, tagar #MahasiswaBergerak menjadi trending topic di Twitter hingga 09.39 WIB. Setidaknya, ada 14,2 ribu warganet menuliskan tagar tersebut dengan berbagai unggahan.

"Kalau yang bergerak mahasiswa itu artinya kebiadaban rezim sudah sampai pada batasnya. Jangan coba-coba lakukan kekerasan pada mahasiswa! #MahasiswaBergerak," tulis warganet Mohtahid.

"Negara sedang tidak baik-baik saja. Mahasiswa memanggil seluruh rakyat yang peduli akan nasib bangsa ini. Dukung aksi mahasiswa 11 April 2022. Bersama-sama untuk turunkan Jokowi meruntuhkan congkaknya penguasa, tidak cukup dengan 1 bara," tulis akun @ibf1311.