Demokrat Minta Gubernur Lampung Tambah Anggaran Bosda

Deni Ribowo/Ist
Deni Ribowo/Ist

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar, mengatakan anak yang ditinggalkan orang tuanya dan menjadi yatim, piatu maupun yatim piatu karena Covid-19, bisa terjamin pendidikannya dengan memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).


"Siswa yang tidak mampu bukan hanya karena akibat covid tetapi semuanya dan pemerintah daerah sudah menyiapkan Bosda sebesar 10% atau 15% bagi SMA atau siswa miskin yang ada di sekolah untuk diberikan beasiswa melalui Bosda,” kata Sulpakar, Selasa (21/9).

Menanggapi ini, Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Demokrat, Deni Ribowo meminta Gubernur segera menambah anggaran dana Bosda, baik untuk jenjang SMA maupun SMK.

"Jumlah Bosda yang ada saat ini dinilai masih sangat kecil. Hanya 7% persen dari jumlah siswa untuk jenjang SMA, dan 17% dari jumlah siswa untuk SMK. Untuk itu Partai Demokrat mendorong Gubernur Lampung bisa menambah jumlah anggaran Bosda," kata dia.

Sebab, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak sedikit masyarakat Lampung yang kesulitan ekonomi dan tentunya dengan adanya Bosda pemprov dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi.

"Hasil RDP dengan dinas pendidikan beberapa waktu lalu dan data menyebutkan selama terjadinya pandemi, hampir 40% orang tua siswa mengalami kesulitan ekonomi. Jadi otomatis pembiayaan sekolah anak mereka terganggu," katanya.

"Meskipun tidak 100%, minimal tahun depan jumlah anggaran Bosda bisa ditambah menjadi 50% dan hal ini saya kira sangat membantu orang tua siswa yang tengah kesulitan ekonomi di masa pandemi seperti saat ini," ujar dia.

Berdasarkan data dinas sosial (Dinsos) Lampung per 13 September 2021, ada 786 anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya karena meninggal dunia akibat terkena Covid-19.