Dentuman Misterius Pascaerupsi GAK Di Jabodetabek




Pascaletusan Gunung Anak Krakatau (GAK) Jumat tengah malam (10/4), warga Jabodetabek mendengar suara dentuman kuat Sabtu (11/4), pukul 02.00 WIB.

Kepala Bidang Gunung Api Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan dan peneliti ahli utama LAPAN Prof. Dony Kushardono dentuman tersebut tak terkait erupsi GAK.

Berdasarkan citra satelit (visible and infrared),'letusan GAK yang disertai abu vuklanik terjadi pada pukul 23.10 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

[caption id="attachment_38208" align="alignnone" width="533"] Citra satelit saat letusan GAK Jumat tengah malam (10/4)/Net[/caption]

Sehingga, dentuman kuat sekitar dua jam setelah erupsi GAK yang terdengar warga hingga nenggetarkan kaca jendela beberpa rumah warga Jabodetabek tak terkait letusan GAK.

Sejumlah warga Depok, Bogor, hingga Jakarta mendengar suara dentuman sejak pukul 02.00 WIB, Sabtu (11/4).

"Saya kira bukan (karena letusan GAK). Terlalu jauh," imbuhnya.

Ia menyebut, saat ini Gunung Anak Krakatau memang masih mengalami erupsi.

Namun, kondisinya masih relatif aman.

Erupsi lebih didominasi dengan semburan secara instrumental tekanannya tidak terlalu besar, sehingga wajar jika tidak terjadi dentuman di pos pengamatan di Pantai Carita, Provinsi Banten.

"Jadi aneh juga kalu kedengaran sampai Depok karena yang dekat saja enggak kedengaran," jelasnya.

[caption id="attachment_38179" align="alignnone" width="714"] Erupsinya GAK Jumat malam (10/4)/Net[/caption]

Kaca rumah beberapa warga sampai bergetar dan membuat warga terbangun oleh dentuman kuat tersebut.

Anton William, karyawan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengatakan kaca jendelanya bergetar padahal kaca jendela era kini yang terkerangka kuat.

Salah satu warga Sentul City, Kabupaten Bogor, Lia, tak hanya mendengar dentuman, kaca rumahnya juga bergetar.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab dentuman tersebut. Namun, di media sosial, banyak warga yang mengaitkan kejadian ini dengan erupsi GAK.