Destinasi Wisata Sumur Putri Bandar Lampung Tak Terawat 

Destinasi wisata Sumur Putri/Tuti
Destinasi wisata Sumur Putri/Tuti

Destinasi Wisata Sumur Putri di Jalan Saleh Raja Kusuma Yuhda, Teluk Betung Selatan tak terawat. Destinasi wisata yang diresmikan 5 November tahun lalu banyak ditumbuhi rumput dan sejumlah papan jembatan telah lapuk. 


Salah satu pengunjung, Yana mengaku cukup menyayangkan kondisi wisata Sumur Putri yang terkesan kotor. Padahal kata Yana, fasilitas di Sumur Putri sudah cukup bagus. 

"Gazebo kotor dengan kotoran burung, rumput juga sudah tinggi-tinggi tapi tidak dipotong. Jadi terkesan tidak dikelola," kata Yana, Minggu (6/11). 

Menurutnya, ini kali pertama kunjungannya di Sumur Putri setelah satu tahun diresmikan. Ia berharap destinasi wisata ini bisa dikelola dengan baik agar bersih. 

"Kalau enggak dirawat kayak percuma gitu, sudah dibangun fasilitasnya dengan bagus. Jembatannya juga mohon diperbaiki karena berbahaya untuk pengunjung, apalagi yang membawa anak," ujarnya. 

Hal sama juga disampaikan pengunjung asal Panjang, Junifa. Ia berharap kebersihan wisata Sumur Putri bisa ditingkatkan. Food court dan panggung hiburan bisa dihidupkan kembali agar makin ramai pengunjung. 

"Bagus tempatnya tapi seperti tidak terawat. Saya kesini bersama keluarga untuk melepas ikan sambil berfoto di jembatan," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu anggota Pokdarwis Sumur Putri, Suratman mengaku jika ada petugas kebersihan yang setiap hari menyapu. Sementara pemotongan rumput memang dilakukan setiap setengah bulan sekali. 

"Jumat kemarin kita sudah sulam kayunya yang lapuk. Kita juga sudah melaporkan ke Dinas Pariwisata Bandar Lampung untuk dilakukan perbaikan," ujarnya. 

Menurutnya, pengunjung destinasi wisata Sumur Putri cukup sepi. Hari kerja hanya sekitar 10 orang dan weekend sekitar 30 orang. 

"Kebanyakan pengunjung datang untuk berfoto, mancing, dan mandi," jelasnya.