Di Lampung, Mendag Zulhas Langsung Kabur Saat Ditanya Soal Titipan Mahasiswa di Unila

Zulhas usai menghadiri pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Graha Adora, Pesawaran, Kamis (1/12)/Faiza
Zulhas usai menghadiri pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Graha Adora, Pesawaran, Kamis (1/12)/Faiza

Menteri Perdagangan (Mendag) yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung kabur saat dikonfirmasi awak media terkait titipan mahasiswa di Universitas Lampung (Unila)


Ditemui usai menghadiri pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan bersama Menteri BUMN Erick Tohir, Zulhas langsung buru-buru meninggalkan lokasi dan masuk mobil.

"Nanti saja," kata Zulhas sambil berjalan menuju pintu mobil berplat BE 45 di Graha Adora, Pesawaran, Lampung, Kamis (1/12).

Nama Zulhas disebut oleh mantan Rektor Unila, Karomani saat menjadi saksi kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru dengan terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (30/11).

Karomani menyebut seorang calon mahasiswa berinisial ZAG dititipkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari Alfian, yang mengatakan bahwa calon mahasiswa itu adalah keponakan Zulhas.

"Saya diberi tahu oleh Ary, 'ZAG ini keponakan Pak Zulkifli (Hasan), tolong dibantu'. Saya bilang asal sesuai SPI dan nilai passing grade-nya, passing grade 500 ke atas bisa dibantu," ucap Karomani.

Ia melanjutkan, ZAG dan ZAP memberikan infaq setelah dinyatakan lolos. Namun, soal jumlah uang, Karomani mengaku tak tahu pasti karena uang tersebut diterima oleh orang kepercayaannya yakni Mualimin.

JPU KPK kemudian memperlihatkan bahwa nilai ZAP di atas passing grade 500 yang ditentukan Karomani yakni 526. Sementara nilai ZAG hanya berkisar di 480.

"Nilai ZAG di bawah 500 baru saya tahu setelah penyidikan karena aya tidak cek satu-satu. Kalau saya tahu dari awal pasti saya batalkan," kata Karomani.

Soal infak ini dibantah Ary Meizari Alfian. Menurutnya, Zulhas lewat dirinya tak pernah memberikan uang apapun kepada Karomani. 

Soal Rp250 Juta lewat dirinya itu merupakan uang adiknya, Andi Desfiandi untuk diantarkan ke Karomani lewat Mualimin. Dirinya hanya dititipkan uang itu, namun karena harus ke Jakarta, uang itu dititipkan di satpam rumahnya dan diambil Mualimin.