Di Merak, Puan Ingatkan Larangan Mudik Jangan Ganggu Distribusi Logistik

Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek posko penyekatan kendaraan di masa larangan mudik di Pelabuhan Merak Banten/Ist
Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek posko penyekatan kendaraan di masa larangan mudik di Pelabuhan Merak Banten/Ist

Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan kendaraan dan kebijakan larangan mudik di Pelabuhan Bakauheni, Kota Bandarlampung dan Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5).


Di Pelabuhan Merak Banten, Puan meminta pelarangan mudik tidak mengganggu distribusi logistik untuk masyarakat di Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Ia meminta stakeholder terkait untuk bersinergi dalam pelaksanaannya.

"Saya minta supaya distribusi bahan logistik dan bahan-bahan penting ini tidak ada kendala sama sekali karena itu penting," kata Puan seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Dia mengatakan 10 persen angkutan di Pelabuhan Merak adalah angkutan logistik. Dengan besaran itu, distribusi logistik amat penting bagi berjalannya roda perekonomian baik di Jawa maupun Sumatera, katanya 

"Kondisi Pelabuhan Merak ini tadi saya disampaikan bahwa hanya 10 persen yang berjalan khususnya adalah terkait logistik dan bahan-bahan pokok," ujarnya.

Agar tidak ada kendala dalam pendistribusian logistik. Puan meminta agar dermaga-dermaga disiapkan khusus untuk angkutan logistik yang tidak dilarang melakukan perjalanan saat situasi larangan mudik.

"Kemudian kesiapan dermaga-dermaga juga harus tetap disiapkan," sambungnya.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap kebijakan larangan mudik dipahami masyarakat dan dipatuhi demi mencegah lonjakan kasus penularan Covid-19. 

Kepada pemerintah dan aparatur terkait, Puan menegaskan, penyekatan pemudik di Banten juga harus dilakukan berlapis untuk menghindari penumpukan.

“Penerapan kebijakan jangan membingungkan masyarakat. Tegas tapi humanis. Tahun ini jangan mudik dulu, sama-sama kita jaga diri, keluarga, lingkungan,” ungkap cucu Presiden pertama RI Sukarno tersebut.

Puan juga meminta pemerintah daerah melakukan tracing, tes, dan isolasi, jika menemukan masyarakat yang lebih awal pulang ke kampung halamannya atau sebelum larangan mudik dilaksanakan pada 6 Mei 2021.

“Pemerintah daerah harus turut memperhatikan, dan Banten banyak wisata laut, ini harus diperhatikan oenegakan protokol kesehatannya,” tutupnya.