Didemo Pematank, Kadisperkim Pilih Bungkam

Ilustrasi
Ilustrasi

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya (Disperkim) Provinsi Lampung Thomas Edwin Ali Hutagalung, memilih bungkam.


Ia enggan memberikan tanggapan terkait indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada sebuah proyek Pembangunan/Peningkatan PSU Desa Kenali Kabupaten Lampung Barat-Pekerjaan Perkerasan Jalan PKP (Lapen Latasir).

Thomas terkesan tidak ingin bicara soal dugaan itu. Bahkan saat ditanya melalui telepon, ia hanya mejawab "Waallaikumsallam.” Lalu sambungan telepon dimatikan.

Sebelumnya, puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) aksi di depan kantor dinas ini, Rabu (9/9).

Pematank menduga, dinas ini telah melakukan tindak korupsi pada beberapa program, kebijakan dan kegiatan yang diduga telah banyak mengelontorkan dan memberikan anggaran secara tidak optimal, cenderung mubazir dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

"Carut-marutnya permasalahan dan anggaran yang dikelola Disperkim Lampung terhadap kegiatan tersebut diduga  terdapat potensi kerugian keuangan negara yang mengarah kepada usnur KKN, kami menganggap bahwa kegiatan perlu diselidiki dan dirinci," kata Koordinator Aksi Suadi Romli.