Didesak Usut Dugaan Politik Uang Rycko-Jos, Ini Tanggapan Bawaslu

FMRB-PP aksi di depan Kantor Bawaslu Bandarlampung/ RMOLLampung
FMRB-PP aksi di depan Kantor Bawaslu Bandarlampung/ RMOLLampung

Forum Mahasiswa Rakyat Bersatu Peduli Pilkada Jujur dan Adil (FMRB-PPJ), melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu Bandarlampung Jl Way Besai, Enggal, Selasa (27/10).


Mereka menuntut Bawaslu mengusut tuntas peristiwa Pasar Wayhalim yang diduga ada praktik politik uang, dan menangkap pelakunya.

"Bawaslu jangan tidak netral, karena akan memicu kemarahan warga Bandarlampung," kata Arpan ABP, Koordinator aksi.

Arpan mengatakan, kasus dugaan politik uang yang terjadi di Pasar Wayhalim terjadi ketika kampanye calon wakil wali kota Bandarlampung nomor urut, 1 Johan Sulaiman.

"Tim kampanye Johan memberikan uang pada calon pemilih, itu kejadian nyata karena si penerima uang kemudian mengakui menerima uang dan kejadian itu ada rekaman video dan foto yang direkam anggota Panwascam," kata dia.

Namun, Arpan melanjutkan, kasus tersebut tidak jelas kelanjutan, bahkan tidak diteruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah membenarkan pihaknya sudah pernah melakukan investigasi terhadap temuan tersebut.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah menemui pendemo/RMOLLampung

"Setelah kita investigasi siapa pemberinya, tidak ada masyarakat yang memberikan informasi yang jelas atas dugaan pelanggaran tersebut, sehingga kita tidak bisa melanjutkannya," kata dia usai menemui demonstran.

Ia melanjutkan, jika ada yang memberikan laporan atau bukti baru, pihaknya akan langsung melakukan penanganan.

"Informasi yang kami dapatkan hari ini akan ada yang melaporkan, kita tunggu saja," pungkasnya.