Digeruduk Puluhan Rekanan, BPKAD Lampung Utara Lumpuh

Puluhan rekanan mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Lampung Utara, Selasa (28/1).


Mereka menanyakan pembayaran atas proyek tahun anggaran 2018 di Dinas PUPR. Sebab, mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak.

Menurut Ketua Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Lampung Utara, Organda Najaya, kedatangan rekanan bermula adanya informasi bahwa BPKAD sudah menyediakan dana untuk melunasi seluruh pekerjaan yang belum dibayarkan.

Namun, pihak rekanan belum dapat menemui Kepala BPKAD Lampura Desyadi yang menjadi saksi dalam kasus suap fee proyek Bupati (nonaktif) Agung Ilmu Mangkunegara.

Karena kesal tidak ada yang bisa ditemui, para rekanan meminta semua pegawai untuk keluar dari ruangan dan meninggalkan kantor.

Untuk menghindari bentrok dan aksi anarkis, Polres Lampung Utara dan Satpol PP mengamankan lokasi tersebut.

Akibat peristiwa ini, aktivitas kerja pegawai kantor BPKAD Lampung Utara lumpuh. Pintu masuk kantor BPKAD juga ditutup dan dijaga Satpol PP.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Lampura Syahrizal Adhar mengatakan jumlah tagihan proyek 2018 yang disetorkan ke BPKAD sebesar Rp58 miliar. Sementara dana yang dianggarkan di APBD 2020 hanya berkisar Rp30 miliar lebih.