Digitalisasi Ekonomi Hanya Wadah, Tinggalkan Jika Membawa Mudarat

KAHMI-KOMEK UNILA NGOPII
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi/Repro 
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi/Repro 

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Komisariat Ekonomi Universitas Lampung (Komek Unila) kembali mengadakan Ngobrol Perkara Iman dan Imun (Ngopii) Edisi 13, Jumat (8/10).


Pembahasan kali ini mengusung tema "Ekonomi Digital dalam Perspektif Ekonomi Islam" dengan narasumber Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi. 

Diskusi yang dipandu host keroyokan yakni Petir-Nanang-Usep-Ponco-Arjon ini berlangsung aktif, para peserta aktif bertanya mengenai ekonomi digital dalam perspektif islam 

Ukay menjelaskan, berkembangnya teknologi membuat perubahan besar dalam dunia ekonomi. Berbagai marketplace sudah marak dan menjadi bagian dari kehidupan. 

Sistem pembayaran juga dipermudah dengan adanya pembayaran digital atau e-wallet di berbagai platform yang memudahkan seluruh aktivitas perekonomian. 

Dalam islam, lanjut Ukay, marketplace dan sebagainya hanyalah sebuah media dan wadah. Yang perlu diperhatikan adalah dampaknya, apakah membawa manfaat atau mudarat (keburukan). 

"Kalau manfaatnya lebih besar itu baik, tapi kalau ternyata lebih banyak mudharat lebih baik ditinggalkan," ujarnya. 

Selain itu, bagi para pengusaha atau UMKM, Ukay mengingatkan untuk memperhatikan sistem bagi hasil yang diberlakukan. Jangan sampai kita ternyata dirugikan. 

"Pembagian hasil juga harus diperhatikan, jangan sampai memperbesar aset mereka (pemilik modal) tapi kitanya tidak kebagian," pungkasnya.