Digugat Ke PTUB, Universitas Teknokrat Enggan Komentar

Auliya Rahman Isnain/ Tuti Nurkhomariyah
Auliya Rahman Isnain/ Tuti Nurkhomariyah

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) ogah berkomentar soal rencana LBH Bandarlampung yang akan menggugat ke Peradilan Tata Usaha Bandarlampung, sekaligus menggugat ke PN Tanjungkarang atas perbuatan melawan hukum (PMH).


"Untuk sementara kami belum bisa memberikan komentar apa-apa, nanti kita lihat saja ke depannya bagaimana," kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Auliya Rahman Isnain, Rabu (5/5). 

Menurutnya, keputusan yang telah dibuat oleh UTI sudah final, sama seperti yang disampaikan saat klasifikasi di LBH Bandarlampung. 

"Keputusan kami sesuai dengan jawaban dan klasifikasi di LBH," ujarnya. 

Sebelumnya, LBH Bandarpampung sebagai kuasa hukum dari enam mahasiswa yang terkena sanksi skorsing dan tiga diantaranya mendapatkan sanksi drop out (DO) akan segera mendaftarkan gugatan ke pengadilan.

Gugatan diambil setelah menerima jawaban dari UTI bahwa tidak mampu memenuhi tuntutan para mahasiswa untuk mencabut seluruh SK DO dan skorsing yang telah diterbitkannya. 

"Respon tersebut merupakan bentuk itikat buruk kampus karena telah memberikan janji palsu akan mempertimbangkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan menyelesaikannya secara kekeluargaan," Kepala Advokasi LBH Bandarlampung Kodri Ubaidillah, Senin (3/5).