Diguyur Dana Lagi, RSPTN Unila akan Kembali Dibangun

Rektor Unila, Prof Karomani/ Tuti
Rektor Unila, Prof Karomani/ Tuti

Universitas Lampung (Unila) kembali memperoleh suntikan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN). Suntikan dana kali ini dari Asian Development Bank sebesar Rp 600 miliar. 


Rektor Unila, Prof Karomani mengaku akan menandatangani kontrak tersebut pada Desember mendatang. Sehingga pembangunan RSPTN Unila akan kembali dilanjutkan. 

"Sebelumnya kita sudah mendapatkan hibah bangunan dari Pemkot Bandar Lampung, nah nanti dana dari ADB akan digunakan untuk pembangunan gedung lagi," kata Prof Karomani usai refleksi dua tahun kepemimpinannya, Kamis (25/11). 

Menurutnya, selain hibah dana ADB, Unila juga mendapatkan bantuan dari salah satu Universitas di Korea Selatan untuk pengembangan RSPTN sebesar Rp 15 miliar. 

"Kalau operasional RSPTN Unila masih lama karena kontraknya kalau tidak salah sampai 2026," ujarnya. 

Lanjutnya, setelah selesai pembangunan RSPTN Unila, dipersiapkan juga capacity building dan peralatan rumah sakitnya. Sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan. 

"Untuk penyiapkan capacity building itu kita telah membuka dokter spesialis sebagai ASN," jelasnya. 

Lebih lanjut, Prof Karomani mengaku akan membuat RSPTN dengan konsep rumah sehat, sehingga pasien yang sakit segera pulih kembali. 

"Jadi berbeda konsepnya dengan rumah sakit sekarang, jadi situ ada Starbucks, kalau ada gempa insyaallah pasien tidak ditarik keluar karena rumah sakit itu sudah anti gempa. Kalau jenuh di ruangan ada taman, sehingga pasien nyaman," ujarnya.