Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof Nurdiono akan Mengabdi untuk Desa

Prof Nurdiono dan istri/ Tuti
Prof Nurdiono dan istri/ Tuti

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Prof Nurdiono telah resmi dikukuhkan sebagai guru besar bersamaan dengan 14 guru besar lainnya, Rabu (22/9). 


Dalam orasi ilmiahnya, Prof Nurdiono menyampaikan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah belum dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Saya membandingkan Riau, Jambi, dan Lampung, bahkan dengan Yogyakarta kaitannya dengan tingkat kesejahteraan yang dilihat dari tingkat pembangunan manusia, dan Lampung masih perlu digerakkan," kata Prof Nurdiono. 

Menurutnya, selama 5 tahun terakhir Provinsi Lampung memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP), namun indek pembangunan manusia (IPM) Provinsi Lampung masih rendah dibandingkan IPM DIY dan Riau. 

Tahun 2018, IPM Lampung hanya 69,02 persen, sementara IPM DIY mencapai 79,53 persen dan IPM Riau mencapai 72,45 persen. 

Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan belanja modal di Provinsi Lampung juga masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Riau dan Jambi. 

"Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi, karena saya yakin pemerintah akan membangun Lampung. Karena Lampung daerah yang luar biasa, dengan transportasi yang sudah bagus yang akan membantu perkembangan Lampung," ujarnya. 

Lanjutnya setelah menjadi guru besar, Prof Nurdiono mengaku akan mengabdi kepada masyarakat khususnya desa, karena dana desa sekarang sudah mencapai Rp 257 triliun dan Rp 400 triliun pada tahun 2024, sehingga perlu dilakukan akuntabilitas dan transparansi dana desa. 

"Masyarakat desa kondisinya belum semuanya tingkat pendidikannya mapan, untuk itu saya guru besar di bidang itu saya akan mengabdi dan membantu masyarakat," jelasnya.