Warga Tolak Pemakaman Pasien Pertama Covid-19




Pasien covid-19 yang pertama meninggal dari Lampung ditolak warga dimakamkan di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Senin (30/3), pukul 13.00 WIB.

Ketika melewati pemukiman warga saat masuk jalan perkampungan, warga tak ada yang keluar rumah. Mereka melihat dari dalam sambil istifar dan mengucapkan bela sungkawa.

"Sawan," ujar seorang ibu.

[caption id="attachment_36846" align="alignnone" width="697"] Warga bersembunyi dalam rumah ketika ambulan jenazah lewat/foto RMOLLampung[/caption]

Namun, hingga pukul 16.00 WIB, beberapa warga setempat masih menolak pemakaman MISF (35), warga Perumahan Alam Surya, Jl. Karimun Jaya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

Ada tiga mobil ambulan yang mengantarkan pegawai Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) itu ke pemakamam di Jl. Wan Abdurahman, Kelurahan Batu Putu tersebut.

Mobil ambulan yang mengantarkan jenazah MISF dari RSUD Abdul Moeloek dan satu mobil ambulan milik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.

[caption id="attachment_36847" align="alignnone" width="540"] Seorang warga mengamati prosesi pemakaman dari jauh/RMOLLampung[/caption]

Lokasi sekitar pemakaman tampak jauh dari pemukiman dan dikelilingi perkebunan, dekat jembatan dari PDAM Wayrilau menuju Bumi Kedaton.

Beberapa petugas pemakaman menggunakan pakaian alat perlindungan diri (APD) lengkap dan terlihat babinsa setempat menjaga proses pemakaman dari jarak aman.

Pada keterangan persnya, Kadiskes Lampung dr. Reihana mengatakan, sebelum dimakamkan, jenazah disinfektan dan dimasukan ke kantung jenazah plastik.

Kantung jenazah tersebur tak boleh dibuka, katanya.

Menurut dr. Raihana, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga dan menjelaskan proses pemakaman.