Dinas Lingkungan Hidup Turun ke Tambak PT Indokom Besok

Sungai yang diduga tercemar/ Rama
Sungai yang diduga tercemar/ Rama

Pemkab Pesawaran akan turun ke lokasi tambak udang PT Indokom Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan guna melakukan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan indikasi pencemaran sungai dan lingkungan sekitar akibat limbah tambak.


Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Penaatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran Chairul Anwar mengatakan, besok (Senin, 11/4) pihaknya akan turun ke lokasi dan melakukan pengecekan terkait kepemilikan izin IPAL.

"Kalau tambak tersebut tidak memiliki IPAL maka harus membuat IPAL terlebih dahulu, kalau untuk bau yang dihasilkan limbah tambak tersebut, kita akan melakukan pengajuan uji laboratorium, setelah hasil ujinya keluar baru kita tindak lanjuti," kata Chairul, Minggu (10/4).

Ditegaskannya, bagi para pemilik tambak udang diwajibkan memiliki IPAL, jika belum memiliki IPAL harus membuat pernyataan kapan akan membuat IPAL tersebut.

"Kita tetap melakukan pembinaan bagi pengelola tambak agar membuat IPAL, jika masih bandel tidak juga membuat IPAL, kita akan memberikan sanksi tegas untuk menutup sementara tambak tersebut sampai IPAL tersebut jadi, karena tambak yang tidak memiliki IPAL itu tidak boleh beroperasi," tegasnya.

Menurut dia, pihaknya setelah lebaran akan melakukan pemantauan terhadap tambak-tambak yang tidak memiliki IPAL.

"Setelah lebaran ini kita akan memantau tambak-tambak yang tidak memiliki IPAL, jika ada yang tidak memiliki IPAL maka akan kita berhentikan sementara aktivitas tambak tersebut, hingga mereka selesai membuat IPAL," timpalnya.

"Saya juga harap setiap tambak harus memiliki IPAL, sehingga pengolahan limbah-limbah tersebut melalui proses, jika sudah bersih baru bisa dibuang," tambahnya.

Dikatakan, jika masih ada limbah tambak yang tidak dikelola dengan benar, jelas bisa merusak dan mencemari lingkungan.

"Pertama kita lakukan pembinaa agar dikelola dengan baik, tapi jika tidak patuhi kemudian ada merusak lingkungan dengan bukti yang cukup akan dilakukan teguran keras dengan penghentian sementara, sampai memenuhi kesesuaiannya," pungkas Chairul.