Dinas P3AP2KB Pesawaran Buka Posko Pengaduan Korban Kekerasan Seksual

Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Maisuri/ Ist
Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Maisuri/ Ist

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran, membuka posko pengaduan bagi masyarakat korban kekerasan seksual. 




Menurut Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Maisuri, saat ini sudah semakin banyak masyarakat yang berani melaporkan kejadian pelecehan yang mereka alami ke pihak berwajib, berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun sebelumnya banyak masyarakat yang tidak berani melaporkan dikarenakan malu. 

"Memang di tahun ini ada peningkatan kasus yang ditangani oleh pihak Polres Pesawaran, hal itu dikarenakan masyarakat kita sudah mulai berani untuk melaporkan kejadian-kejadian khususnya kekerasan seksual yang mereka alami kepada polisi maupun kepada kami," kata Masuri, Kamis (12/1).

Dijelaskan, posko pengaduan perempuan dan anak menjadi korban kekerasan ini untuk memberikan fasilitas terhadap perempuan dan anak yang ingin mengadukan kejahatan yang mereka terima.

"Kemudian, kita juga melakukan ini agar para korban mendapatkan perlindungan atau pun informasi tentang akses keadilan dalam penanganan perkara yang mereka alami," ujarnya. 

Kemudian, guna meminimalisir angka kejahatan terhadap anak dan perempuan, pihaknya juga menggandeng dinas terkait dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat desa, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi. 

"Kita juga meminta kepada para dewan guru, untuk menyampaikan pemahaman tentang reproduksi dan organnya pada anak sejak dini, hal ini tentunya sangat penting untuk memproteksi anak dari ancaman kekerasan seksual," jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para orang tua, ketika anak sudah berusia di atas tiga tahun orang tua bisa menceritakan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dengan alat reproduksinya.

"Tujuannya agar mengetahui dulu alat reproduksi itu, pertama agar bisa dia jaga sesuai dengan fungsinya, dan tidak ada satupun yang bisa melewati teritori itu," pungkasnya.