Dinas PMD Pesawaran Abaikan Prokes saat Pelantikan Kades

Pelantikan 37 kades di Pesawaran/ Rama
Pelantikan 37 kades di Pesawaran/ Rama

Pelantikan 37 Kepala Desa (Kades) hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 dan dua Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Senin (10/1). Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Dendi Ramadhona. 


Namun, kegiatan yang banyak melibatkan massa itu tidak dilengkapi sarana protokol kesehatan (prokes) Covid-19, seperti tidak ada alat pemeriksaan suhu tubuh, dan tidak ada alat pelindung diri seperti masker. 

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran yang merupakan panitia dalam kegiatan tersebut juga tidak melibatkan Dinas Kesehatan setempat dalam melaksanakan prosedur tetap dalam kegiatan ditengah pandemi Covid-19. 

Saat dikonfirmasi terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam kegiatan tersebut, salah satu panitia mengatakan "Tidak ada masker, kita tidak siapkan," kata petugas dari Dinas PMD di pintu masuk yang seharusnya mendata dan melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk pada kegiatan tersebut. 

Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Ketua Harian Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi yang mengaku prihatin atas keteledoran panitia pelaksana kegiatan pelantikan Kepala Desa itu.

"Kami prihatin dan menyayangkan tindakan panitia kegiatan, mestinya Dinas PMD harus paham bahwa kegiatan dilakukan masih di tengah pandemi," sesal Erland.

"Seharusnya dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan sarana protokol kesehatan harus disiapkan, masa masker tidak ada, orang tidak diperiksa suhu badannya, ini kan tempat tertutup dan banyak orang sehingga berpotensi terjadinya penyebaran virus," tegasnya.

Sementara, saat dimintai keterangan Kepala Dinas PMD Pesawaran Zuriadi, mengaku telah mempersiapkan sarana dan membatasi peserta yang mendampingi kepala desa terpilih.

Namun ia tidak dapat menjelaskan kenapa tidak melibatkan tenaga kesehatan.

"Kita sudah batasi pesertanya, kalau handsanitizer ada, cek suhu juga ada pokoknya ada semua," kilah Zuriadi.