Dinilai Tidak Terbuka, Forum CSR Siap Dipanggil DPRD Lamsel

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan melalui Forum CSR Lampung Selatan (Lamsel) sempat jadi sorotan dari sejumlah elemen masyarakat karena dinilai tidak transparan dan terbuka.


Bahkan, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lamsel melakukan aksi damai menuntut Pemkab Lamsel membuka kepublik dana CSR tersebut. 

Selain itu, Aliansi Masyarakat Hanggum Lampung Selatan (AMHLS) juga mendesak DPRD setempat untuk memanggil pihak Forum CSR Lamsel untuk dikonfirmasi. 

Menanggapi itu, Ketua Forum CSR Lamsel, Tatang Rohadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi sikap kritis aktivis untuk mengawal dana CSR. Namun, menurutnya hal itu tidak berdasar. 

"Sebagai salah satu penanggung jawab pengelola dana CSR kabupaten Lampung Selatan, saya merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak ada kecurigaan dari pihak-pihak lain dengan aktivitas kami yang diakui atau tidak cukup mengganggu kinerja kami," kata dia, Minggu (17/4).

Ia melanjutkan, aktivitas CSR murni ditujukan sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Di mana, kata Tatang, Forum CSR adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pembangunan atau rintisan kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. 

Sehingga, dengan kata lain Forum CSR adalah tempat berkumpul dan berkomunikasi pelaku usaha yang berdasarkan UU Perseroan terbatas diminta untuk menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk kepentingan sosial. 

"Sebagai Ketua Forum CSR, saya siap dipanggil DPRD sebagai lembaga resmi pemerintah di legislatif, nanti saya akan jelaskan di gedung DPRD sesuai keinginan teman-teman AMHlS," tegasnya. 

Ia melanjutkan, beberapa kegiatan yang dibiayai CSR antara lain, pemberian bantuan sosial, aktivitas bakti sosial, pemberdayaan masyarakat, penyelanggaraan pendidikan, pembangunan fasilitas publik, rehabilitasi alam dan hibah.