Dinkes Benarkan Pasien 310 Asal Waykanan Positif Covid-19




Dinas Kesehatan Provinsi Lampung membenarkan pasien bernomor 310 terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, Tim Gugus Covid-19 tak mau menyebutkan nama terkait kode etik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana hanya mengatakan bahwa pasien bernomor 310 jenis kelamin laki-laki, berasal dari Kabupaten Waykanan.

Pasien 310 yang disebut-sebut adalah Wakil Bupati Edwar Antoni positif Covid-19 yang berdasarkan hasil swab/PCR pada tanggal 8 Agustus 2020 .

Sang pasien, menurut Kadiskes Reihana mengalami sesak napas dan menderita cormobid karena faktor usia dan beberapa penyakit berat lainnya selain Covid-19.

"Pasien saat ini sedang diisolasi di RSUDAM," ujarnya di Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Senin (10/8)

Menurut Kadiskes Reihana, pasien beberapa kali bepergian ke Jakarta. "Ya, 14 hari yang lalu, beliau tidak ada di Kota Bandarlampung,"  ujarnya.

Menurut Reihana, dari hasil tracking tanggal 9 Agustus 2020, Dinkes mendapatkan penambahan 6 positif Covid-19.

Dua diantaranya, kata dia, yakni pasien bernomor 311 dan 316 asal Waykanan yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bandarnegara Husada.

"Saat ini semuanya merupakan orang terkonfirmasi positif atau kita kenal dulu dengan istilah orang tanpa gejala (OTG). Tidak ada yang keluarga semuanya pegawai dan sudah diisolasi," ucapnya

Menurut Reihana, nantinya akan dilakukan rapid tes masal untuk di Waykanan. Tetapi untuk sterilisasi kami serahkan ke kantor Pemdanya

"Saya rasa kantor Pemda ada kemungkinan untuk melakukan sterilisasi karenakan itu adalah kebijakan dari masing-masing pemda untuk meliburkan pegawai sementara," kata.

Menurut Kadiskes Reihana, semua itu tergantung dari pemerintah Waykanan.

Untuk kedepan, Dinas kesehatan Provinsi Lampung akan melaksanakan snowball, tracking lagi dan lagi terus bergulir seperti snow ball.

Ia berharap semoga untuk pasien nomor 310 sehat kembali dan doakan beliau kembali kuat untuk menghadapi Covid-19.

"Saya tidak melihat jabatan seseorang karena kami hanya membantu dan melaksanakan tugas dari pemerintah agar siapa saja yang terkonfirmasi untuk tidak menyebutkan identitasnya," katanya.

"Memang, infonya, ada pejabat publik dua orang," tutupnya.