Diperiksa 8 Jam, Yusuf Barusman Dicecar 22 Pertanyaan

Yusuf Barusman usai menjalani pemeriksaan di Kejati Lampung / Faiza
Yusuf Barusman usai menjalani pemeriksaan di Kejati Lampung / Faiza

Ketua Umum KONI Lampung Yusuf Barusman kurang lebih diperiksa 8 jam oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Pidsus Kejati) Lampung, Senin (6/6).


Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) itu tiba  di Kejati pukul 08.30 WIB dan keluar pukul 17.00 WIB. Ia jadi saksi untuk kasus dugaan korupsi penyelewengan dana hibah KONI Lampung Rp29 Miliar. 

Kepada awak media, Yusuf Barusman mengaku ini pemeriksaannya yang kedua dan dirinya diperiksa selama 6 jam. Ia dicecar 22 pertanyaan terkait kebijakan dan tugas serta tanggungjawab sebagai Ketua KONI. 

"Tadi ada 22 pertanyaan, lebih banyak ke kebijakan," kata Yusuf Barusman didampingi Bidang Hukum KONI Bambang Hartono, usai keluar dari Gedung Pidsus Kejati Lampung. 

Ia melanjutkan, kehadirannya ini merupakan kewajiban sebagai warga negara yang baik dan taat hukum untuk membantu APH menyelesaikan tugasnya dengan baik terkait kasus KONI. 

"Saya ceritakan, apa strategi dan kebijakan saya, dan fokus kita kemarin di tahun 2020 yaitu prestasi PON, alhamdulillah tercapai kita 10 besar," kata dia. 

Selain itu, lanjut Yusuf, ia juga memaparkan pembenahan tata kelola, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan yang berkaitan dengan pengelolaan dana serta aturan organisasi dan peraturan perundang-undangan sesuai pesan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. 

Sebelumnya, Yusuf Barusman sempat diperiksa selama setengah jam pada 2 Juni lalu. Pemeriksaan dihentikan sementara dam dijadwalkan ulang 6 Juni atas permintaan Yusuf Barusman. Pasalnya, ia harus menghadiri Pelantikan Pengurus KONI dan Pembukaan Porkab Tanggamus.