Diperiksa KPK Enam Jam, Eks Dirbis PT Lampung Jasa Utama Bungkam

Aliza usai diperiksa KPK/Net
Aliza usai diperiksa KPK/Net

Orang kepercayaan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Aliza Gunado bungkam usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penanganan perkara yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Senin (15/11).


Aliza yang merupakan eks Direktur Bisnis (Dirbis) BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU) keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan sekitar pukul 16.00 WIB. Artinya, Aliza diperiksa penyidik kurang lebih selama enam jam sejak pukul 10.00 WIB tadi.

Usai keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Aliza yang mengenakan jaket kulit beserta kemeja berwarna putih ini hanya diam membisu tidak menjawab sama sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan.

Beberapa pertanyaan seperti terkait penerimaan uang Rp 2,1 miliar dari Taufik Rahman selaku mantan Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Lamteng terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lamteng TA 2017; aliran dana hingga terkait dugaan diperintahkan untuk bungkam kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan pada hari ini.

Atas berbagai pertanyaan itu, Aliza hanya diam saja sembari berjalan dengan cepat menuju kendaraan umum yang jaraknya tak jauh dari Gedung Merah Putih KPK.

Sementara itu, pihak KPK belum membeberkan hasil pemeriksaan hari ini terhadap Aliza Gunado.

Dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terungkap bahwa Aliza diperintahkan Azis Syamsuddin untuk mengurus perkara dugaan korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017 Kabupaten Lampung Tengah.

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (1/11).

Dalam kasus ini, proses pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017 Kabupaten Lampung Tengah dilakukan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dengan fee 8 persen via Aliza Gunado.