Dirkrimsus Ungkap Alasan Minyak Goreng di CV Sinar Laut Bukan Penimbunan

Minyak goreng Sinar Laut/ Ist
Minyak goreng Sinar Laut/ Ist

Munculnya dorongan agar Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung mendalami indikasi penimbunan minyak goreng di gudang CV Sinar Laut mendapat tanggapan.


Dirkrimsus Polda Kombes Arie Rachman Nafarin kembali menegaskan, CV Sinar Laut tidak melakukan penimbunan minyak goreng.

Sinar Laut ini merupakan perusahaan pengolahan minyak goreng yang tidak memiliki kebun sawit. Sejak diberlakukan HET Rp14 ribu mereka tidak berproduksi karena tidak memiliki crude palm oil (CPO).

Ketika keluar Permendag terbaru, Sinar Laut tidak masuk dalam lampiran penerima Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) karena tidak memiliki perkebunan. 

"CV Sinar Laut tidak bisa menjual minyak goreng mengikuti HET Rp14 ribu liter karena produksinya menggunakan harga normal. Sehingga CV Sinar Laut bisa rugi Rp2 miliar," jelas Arie via telepon, Kamis (10/3).

Sehingga lanjut Arie, Kementerian Perdagangan memfasilitasi CV Sinar Laut dengan eksportir yang terkena kebijakan domestic market obligation (DMO) sebesar 20 persen untuk membeli minyak goreng tersebut.

"Prosesnya berjalan lambat, sehingga kedatangan tim Satgas saat itu untuk mempercepat proses itu, dan kemarin prosesnya sudah selesai sehingga langsung didistribusikan," kata Arie.

Sehari setelah disidak Satgas Pangan, minyak goreng yang ada di gudang CV Sinar Laut sebanyak 345.600 liter atau 32 ribu dus minyak sudah selesai didistribusikan ke Kabupaten masing masing 1000 liter.

Adapun pendistribusian penyaluran langsung oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Lampung.

Distribusi ini disaksikan Kadis Disperindag Lampung Elvira Umihani, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Lampung dan Tim Monev Kementerian Perdagangan dan Direktur CV Sinar Laut, Andre.