Disarankan Wali Kota Cari Usaha Lain, Pemilik WO: Tak Semudah Itu

Herman HN/RMOLLampung
Herman HN/RMOLLampung

Wali Kota Bandarlampung, Herman HN menyarankan Wedding Organizer (WO) untuk membuka usaha lain terlebih dahulu, sampai kota ini berstatus Zona Hijau Covid-19.


Hal ini dilakukan karena ia telah mengeluarkan Surat Edaran untuk penundaan resepsi.

"Langkahnya ya usaha lain dulu untuk sementara, ya doain saja kalau Bandarlampung gak zona merah, sudah zona hijau boleh lagi pesta. Tapi tetap, protokol kesehatan harus dijalankan," kata Herman HN, Senin (25/1).

Ia juga meminta para pemilik WO untuk bersabar, karena menurutnya tidak bisa mengutamakan yang lain, nyawa manusia yang harus diutamakan.

"Ekonomi juga harus kita selamatkan, sementara ini usaha apa dia dulu. Doain saja cepat zona hijau di Bandarlampung. Tapi protokol kesehatan harus tetap jalan," ujarnya. 

Sementara, Owner Muli Makhanai Production, Rulan Rahmad mengaku kaget dengan kebijakan yang diambil Wali Kota terkait larangan menggelar resepsi pernikahan. 

"Sebagian besar WO merasa tidak terima dengan keputusan Wali kota Bandarlampung pasalnya tempat hiburan lainnya seperti hotel, cafe, mal dan tempat hiburan malam yang jelas-jelas melanggar protokol kesehatan tetap diizinkan buka. Padahal kami sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik," ujarnya. 

Sementara, terkait mengubah haluan usaha, beberapa owner tidak kesusahan karena punya modal. Namun, ketika mengalihkan usaha ke usaha lain tidak semudah membangun usaha awal. 

"Dan tidak semua karyawan kita bawa di usaha baru, jadi ada karyawan lain yang kehilangan penghasilannya. Jadi bukan bentuk bisnisnya tapi orang yang bekerja di dalamnya," jelasnya. 

Ia berharap pelarangan itu tidak terlalu lama dan dievaluasi juga, apakah kebijakan ini efektif atau tidak. "Karena banyak yang menggantungkan pendapatannya disitu," ujarnya.