Diseret Terlibat Setoran Proyek, Wabup Fauzi Pilih Ke Dewan Pers

Wabup Pringsewu Fauzi/Foto Ist
Wabup Pringsewu Fauzi/Foto Ist

Wabup Pringsewu Fauzi disebut-sebut terlibat dalam kasus setoran proyek yang dimuat sejumlah media massa. Fauzi memilih mengadukan salah satu media siber ke Dewan Pers.


Lewat pengacaranya, Wiliyus Prayietno, Fauzi menilai ada framing yang menyeret-nyeret namanya terlibat dalam kasus setoran proyek yang dilaporkan Ajarudin ke Ditreskrimum Polda Lampung.

"Dalam lima pemberitaan, media tersebut seolah telah menghakimi klien kami tanpa ada pemberitaan berimbang dan mengabaikan asas praduga tak bersalah," katanya, Rabu (18/11).

Fauzi menunggu rekomendasi Dewan Pers untuk melangkah ke tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU ITE atau lainnya. "Kami percaya Dewan Pers garda keadilan bagi kesewenangan oknum pers," ujar Wiliyus.

Sebelumnya, Ajarudin melaporkan Bambang karena merasa dirugikan telah setoran Rp750 juta dan mobil Toyota Alphard Vellfere agar mendapatkan proyek Pemkab Pringsewu.

Ajarudin percaya karena alasan Bambang  setoran itu permintaan Fauzi.

Kasus ini sempat pula dilaporkannya ke Polres Tanggamus pada 11 Juni 2019, empat bulan kemudian dilimpahkan ke Polres Pringsewu, dan sebulan kemudian dilimpahkan ke Polda Lampung.

Setelah gelar perkara pada tanggal 24 September 2020, Direskrimum Polda Lampung Kombes Muslimin Akhmad menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dengan terlapor Bambang Urip pada 12 Oktober 2020.

Dari Surat Laporan Perkara No. LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS, Ajarudin, warga Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo sedangkan Bambang Urip Tri Martono, warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu.