Diskusi Kabama Waykanan: Mahasiswa Jangan Copas, Aktif Juga Berorganisasi

Webinar Kabama Waykanan/Ist
Webinar Kabama Waykanan/Ist

Keluarga Besar Mahasiswa (Kabama) Waykanan menggelar diskusi via daring dengan tema Menyambut Mahasiswa Baru 2020: Tantangan dan Harapan.


Diskusi menghadirkan narasumber; Prof. Dr. Yulianto, M. Si Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Irfan Fauzi Rachman Presiden BEM Unila, Presiden BEM FH UBL Afat Fadly, dan Ketua DEMA UIN Raden Intan Lampung Devi Retniasih. Diskusi Minggu (13/9) dimoderatori mahasiswa Unila, Nurulisa Amiyati.

Ismi Ramadhoni, perwakilan pengurus Kabama Waykanan mengatakan bahwa virus corona tidak boleh menghentikan gelora mahasiswa untuk mengetahui dunia pendidikan dan dunia organisasi di kampus.

“Setelah menyerang pernafasan, jangan sampai corona juga menyerang kebodohan bangsa. Itu yang sama-sama kita cegah,” ujar mahasiswa FH Unila itu.

Pembicara kunci pada webinar tersebut, Prof. Yulianto mengharapkan bahwa mahasiswa baru dengan kondisi sekarang ini (masa pandemi) tentunya para mahasiswa harus siap HP/laptop serta jaringan bagus (fasilitas) yang memadai. Untuk menunjang pembelajaran daring dari rumah masing-masing.

“Walaupun pembelajaran melalui daring saya harap mahasiswa tidak melakukan copy paste (copas) pada tugas-tugas yang diberikan dosen, karena dosen pasti mengetahuinya dan mempengaruhi kualitas dari mahasiswa itu sendiri," ujar Guru Besar FISIP Unila ini.

Kemudian Presiden BEM FH UBL mengatakan bahwa di kampusnya sudah diterapkan kuliah hybrid, dimana mahasiswa bisa memilih untuk kuliah online atau offline.

“Dalam melakukan kuliah offline mahasiswa bisa mengikuti organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di internal maupun di eksternal guna mengasah softskill yang di miliki,” pesan putra asli Kecamatan Kasui ini.

Ketua DEMA UIN Raden Intan Lampung Devi Retniasih menyerukan kepada mahasiswa harus mengikuti organisasi-organisasi internal ataupun eksternal kampus.

“Agar bisa menambah informasi tentang kampus dan tambahan ilmu dari pembelajaran daring,“ serunya.

Irfan Fauzi Rachman Presiden BEM UNILA memaparkan bahwa mahasiswa millenial sekarang 54,7% menggunakan media sosialnya.

Sehingga harapannya kepada para mahasiswa bisa mudah beradaptasi untuk pembelajaran daring ini dengan memanfaatkan teknologi secara positif.

“Selain itu saya harap mahasiswa tidak lupa perannya sebagai agen of change dan social control,” tutupnya.