Dissos Pesawaran Belum Terima Data ASN Terima Bansos

Kadissos Kabupaten Pesawaran Razak/ Rama
Kadissos Kabupaten Pesawaran Razak/ Rama

Pemkab Pesawaran belum menerima data nama-nama Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten setempat yang diduga menerima bantuan sosial (Bansos).


Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Kabupaten Pesawaran Razak, ada indikasi ASN  setempat yang ikut menerima bansos dari pemerintah, hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Sosial RI terkait puluhan ribu ASN menerima bansos.

"Kalau indikasinya 15 kabupaten/kota sepertinya ada semua, termasuk  ASN Pesawaran yang menerima, namun kalau untuk jumlah pasti penerimanya ada berapa kita belum mengetahui karena kita belum memegang datanya," kata Razak, melalui sambungan telepon, Kamis (25/11) 

Ia tidak mengetahui bagaimana ASN bisa masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai penerima bantuan, karena selama ini data penerima bantuan dari pusat tersebut melalui pendataan desa langsung ke Kementrian Sosial (Kemensos).

"Penyalurannya juga kan langsung dari pusat ke pihak-pihak yang telah di tunjuk, ada yang dari Bank ada yang dari Kantor Pos, dan jenis bantuannya juga beragam, ada BPNT, BLT dan PKH," ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika benar ada ASN yang menerima bansos, maka ASN yang bersangkutan wajib mengembalikan bansos tersebut. Namun, sejauh ini dirinya juga masih mempertanyakan mekanisme pengembaliannya seperti apa.

"Kalau kemungkinan, ada saja yang menerima, tapi harus pasti dulu siapa aja yang menerima, bilamana data sudah fix maka kedepan data tersebut diusulkan ke pusdatin untuk dihapus," katanya.

"Kalau dari data kami, masyarakat Pesawaran yang menerima Bansos dari pusat ini ada 60 ribu lebih KK, dari jumlah itu kita belum tau berapa ASN yang menerima, kami masih bekerja untuk mengetahui faktualitas dari jumlah DTKS yang berhasil dihimpun, untuk mengetahui ASN-nya siapa saja yang menerima bansos," pungkasnya.