Ditolak Terkait Pidana, Hipni-Melin Tuntut KPU Lamsel

KPU Lampung Selatan (Lamsel) tak menetapkan pencalonan pasangan Hipni–Melin terkait hukuman pidana sang wakil. Sang calon bupati akan menggugat KPU setempat.


"Besok, kita daftarkan gugatan ke Bawaslu,” ujar Hipni kepada awak media usai penetapan calon kepala daerah untuk Pilkada Serentak Kabupaten Lampung Selatan 2020.

Menurut Divisi Hukum Komisioner KPU Lampung Selatan Mislamudin, pasangan Hipni-Melin tidak memenuhi syarat sebagai calon sesuai dengan PKPU No. 9 Tahun 2020.

Dalam pasal tersebut, Melin Hariyani Wijaya belum lima tahun menjalani pidana setelah kasusnya tahun 2015. Melin baru menjalani hukuman selama 4 tahun 10 hari.

KPU lampung Selatan hanya menetapkan Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Sementara itu, pada surat keputusan bernomor 60/HK.03.1-Kpt/1801/KPU-Kab/IX/2020 itu, bacalon Hipni-Melin Haryani Wijaya tidak ditetapkan sebagai pasangan calon. 

Sementara itu, untuk bakal pasangan calon Tony Eka Candra-Antoni Imam akan diputuskan pada 1 Oktober mendatang. 

Saat ini, Antoni Imam masih menjalani tes kesehatan lantaran sebelumnya pernah dinyatakan Positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif. 

Usai mengumumkan statusnya sudah negatif Covid-19, Antoni langsung mengikuti serangkaian tes kesehatan dan narkoba.