Doa Bung Hatta Sosok Pemimpin Era Pandemi Covid-19


Seri Dialog Imajiner Dengan Soekarno-Hatta (13):

OLEH SYAFARUDIN RAHMAN

Seusai Subuhan berjamaah di Masjid Attarbiyah yang sepi itu karena pembatasan sosial, kami berempat (Syafarudin, Bung Karno, Bung Hatta, dan mahasiswa milenial peretas) bergeser duduk distancing di room dialog imajiner lumayan besar ukuran 5 x 10 meter.

Syafarudin : izin proklamator setelah tujuh bulan tak sua, mohon berkenan kita lanjutkan dialog kembali.

Karena dalam suasana bulan puasa Ramadhan dan siaga Covid19, maka mohon berkenan tema dialog seputar hadist Rasulullah.

Bung Karno : Ashiaap, setuju, bukankah terakhir kita dialog tujuh bulan lalu itu terkait pertanyaanku tentang sebuah hadist yang aku tanyakan kepada Prof. Kadirun Yahya. Profesor yang ahli fisika, ulama sufi, dan juga Rektor Universitas Panca Budi Medan.

Bung Hatta : kajian hadist aku suka juga, tapi Covid19 itu apa?

Milenial : Covid19 itu corona virus disaes 19, virus yang jadi pendemi global. Menakutkan, mikro tak terlihat yang sebabkan duduk kita mesti berjarak dua meter.

Izin proklamator, saya bertugas bacakan kitab dan teks hadistnya akan tertera di monitor lalu penjelasan detil akan disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Somad Lc, MA dalam tayangan rekaman video pada monitor di dinding.

Cukup jelas terbaca karena monitor lebar 100 inch.

Dari kitab ArbaÔÇÖin An- Nawawiyah (Menyelami Makna 40 Hadist Rasullulah), karya Dr. Musthafa Dieb Al Bugha Muhyidin Mitsu.

Hadist ke satu yang kita bahas kali ini. Periwayat hadist Amirul Mukminin Umar Ibn Khatab. Derajat hadist Syahih Bhukari dan Sahih muslim.

Rasulullah bersabda, " Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan. Barang siapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasulnya maka hijrahnya untuk Alloh dan Rasulnya. Dan Barangsiapa berhijrah karena dunia yang dia cari atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju".

Selanjutnya, Ustad Prof. Dr. Abdul Somad, LC, MA akan menjelaskan dalam durasi 60 menit. Selamat menyaksikan rekaman videonya di Masjid Senapelan, Pekan Baru.

Bung Karno : Bung Syafar, siapakah Prof. Dr. Abdul Somad, Lc, MA. Dugaanku ustad yang mirip Jenderal Soedirman ini sepertinya asalnya sama seperti Prof. Kadirun Yahya ya?

Syafarudin : Ustad Abdul Somad ahli hadist ini lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 mei 1977.

Dia menyelesaikan Lc di Universitas Al Azhar Mesir (2002), MA diperoleh di Maroko (2006), doktor dari Universitas Omdurman Sudan (Desember, 2019), visiting profesor diperoleh dari University Islam Sharif Ali (Unnisa) Brunei Darussalam (Januari 2020).

Video ceramahnya bertebaran di youtube dan menulis banyak buku. Kerap diundang ceramah di nusantara, Malaysia serta Brunei.

Syafarudin : Bung Hatta, hijrah ada yang artikan berpindah atau move on, bahkan sekarang Era Revolusi Industri Era 4.0. hijrah dilabeli sebagaiperubahan atau disrupsi.

Pertanyaannya apa niat Bung mengundurkan diri sebagai wakil presiden RI kala itu. Sebelum dijawab, mohon milenial bacakan catatan sejarahnya.

Milenial : Sejarah mencatat puncak konflik Soekarno- Hatta terjadi pada 1956. Soekarno selaku presiden atau kepala negara menginginkan sistem parlementer ala Inggris yang sering jatuh bangun karena intrik politik diakhiri. ,

Soekarno ingin nengubah ke sistem baru, yakni sistem demokrasi terpimpin ala Ir. Soekarno Pemimpin Besar Revolusi.

Soekarno mellihat sistem parlementer membuat negara tidak stabil dan berujung kebuntuan dalam pengambilan keputusan.

Akhirnya, semua keputusan ditimpakan kepada Soekarno ku selaku kepala negara bukan kepada perdana menteri selaku kepala pemerintahan.

Sejak keputusan Soekarno memimpin demokrasi dan melanjutkan perjuangan revolusioner, Hatta secara terang-terangan beroposisi.

Soekarno diberi label diktator baru.

Pada Juli 1956, Moh. Hatta mengajukan surat pengunduran diri ke DPR. DPR yang kebingungan dan kaget, baru berani membahas surat tersebut empat bulan kemudian.

Tanggal 1 Desember 1956 Moh. Hatta secara resmi menanggalkan jabatan wakil presiden RI.

Syafarudin : Sejarawan banyak spekulasi tentang apa niat pengunduran diri itu sesungguhnya. Sejarawan dan kami generasi baru kagum dengan sikap kenegarawan mu.

Selanjutnya, Bung hatta sering keliling Eropa memberi ceramah kepada mahasiswa.

Satu kesempatan, Bung Hatta ditanya mahasiswa soal kebijakan politik Soekarno terakhir, Bung Hatta kok membela dengan mengatakan: Baik buruknya Bung Karno, beliau adalah presiden saya.

Akhir tahun 1960-an Bung Karno jatuh sakit, Bung Hatta diminta pengganti Bung Karno jadi wali pernikahan mas Guntur Soekarno.

Syafarudin: Maaf Bung Hatta, kenapa Bung yang tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan politik presiden dan cuma diberitugas urusi koperasi Indonesia, dan akhirnya mengundurkan diri, kenapa Bung meski kecewa di hati tapi tetap bersilaturahmi dengan Presiden Soekarno?

Bung Hatta: (diam sejenak, menatap Syafar dan milenia dalam sekali, ada butiran air hangat menggenang di kelopak matanya).

Nama depanku itu berat. Penuh makna dan doa dari orangtua, aku harus ikut meneladani sikap dan ajaran beliau.

"Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaklah dia menyambung silaturahmi" (HR. Bukhari).

Lalu ada juga hadist lain berbunyi :"tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan silaturahmi" (HR. Bukhari-Muslim).

Syafarudin: maaf dan izin Proklamator matahari semakin meninggi, kami permisi dan mohon berkenan dialog lagi pekan depan.

Bung Hatta: baik bung, titip pesan kalian bersatulah dan jangan egois dalam hadapi Covid-19, bersyukurlah dengan pimpinan yang ada. Insha Alloh, ada masanya kalian akan dapat pemimpin baru yang lebih baik.

Rektor baru Kampus Pabrik Permen, Gubernur baru Provinsi Pabrik Permen, dan Presiden baru Negara Batin, meski berat tetap bersabarlah dengan yang ada, bantu serta kawal agar bisa tuntaskan amanah. ***

(*) Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan
FISIP Universitas Lampung