Dokter Pulang Mendadak, Pasien Jantung Klinik Enggal Merasa Diabaikan

Klinik Enggal Laboratorium, Kota Bandarlampung/ Vera Afrianti
Klinik Enggal Laboratorium, Kota Bandarlampung/ Vera Afrianti

Seorang pasien penyakit jantung, CW (65) merasa diabaikan dengan Pelayanan Klinik Enggal Laboratorium, Kota Bandarlampung.


Ia yang hendak berobat dengan keluhan sakit jantung Rabu (7/4), merasa diabaikan lantaran dokter HS pulang mendadak. Alasannya, DS sedang tidak enak badan.

Warga Rajabasa ini mengaku sangat kecewa kepada pihak Klinik Enggal.

Ia memaparkan, sudah menunggu sejak sebelum magrib sampai pukul 19.30 WIB. "Setelah tiba giliran saya, DS asisten HS malah keluar dan mengunci ruang prakter dokter tanpa konfirmasi kepada saya yang sudah menunggu lama," kata CW kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (7/4).

Ia mengaku selama proses penungguan (antre dengan nomor antrian 13) memang tidak ada satu katapun yang dikeluarkan asisten dokter. Namun, ketika sudah melaksanakan pemeriksaan pasien dengan nomor antrian 12, dokter mendadak keluar ruang praktek dan pulang.

Kemudian asisten mengunci ruangan tersebut tanpa mengkonfirmasi ulang kepada pasien yang telah lama menunggu giliran sesuai antrean.

"Kami sudah beberapa kali memanggil dokter dan asistennya tetap saja yang bersangkutan pura-pura tidak mendengarkan  dan nyelonong saja, dan ketika saya menjerit dengan kencang barulah asisten menjawab besok ya karena dokter sedang buru-buru karena tidak enak badan," ujar dia.

Seharusnya lanjut CW, HS konfirmasi dulu ke pasien yang  memiliki kendala ini, jangan langsung pergi saja seperti tidak ada etika sebagai seorang dokter.  

Saat dikonfirmasi, DS selaku Asisten dokter HS membenarkan ada seorang pasien yang ingin berobat tetapi ditolak. Sebabnya, dokter yang bersangkutan tidak enak badan sehingga terburu-buru pulang.

"Pada saat kemarin itu dokternya kurang sehat jadi tiba-tiba pergi. Memang pasien datang sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian untuk pasien yang belum bisa ditangani itu dokter minta dialihkan jadwalnya, yaitu keesokan harinya," ujar DS, Kamis (8/4).

Ia juga mengaku belum sempat konfirmasi kepada pasien kalau dokter yang ingin ditemui belum bisa menangani pada hari itu.

"Kemudian pada saat saya mengunci pintu ruangan praktek dokter, pasien menghampiri saya dan saya mengatakan dokter sedang tidak enak badan sehingga tidak  bisa melanjutkan praktek," tutup dia.