Dongkrak Income Generating Menuju PTNBH, Unila akan Optimalkan Laboratorium 

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof Asep Sukohar/Ist
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof Asep Sukohar/Ist

Universitas Lampung (Unila) terus melakukan peningkatan income generating dalam rangka menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Peningkatan income generating dilakukan dengan pengoptimalan tata kelola aset seperti laboratorium. 


Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Prof Asep Sukohar mengatakan Unila perlu melakukan optimalisasi seluruh aset yang ada, baik terhadap aset sumber daya maupun dalam bentuk fisik seperti laboratorium. Menurutnya, laboratorium bisa memberikan optimalisasi layanan kepada masyarakat, sehingga bisa menjadi income generating. 

“Potensinya sangat besar, tapi sebagian besar laboratorium itu belum berafiliasi di sana. Saya sudah instruksikan BPU untuk membuat regulasi supaya laboratorium layanan mahasiswa ini bisa juga dimanfaatkan untuk layanan umum,” kata Prof Asep Sukohar saat FGD di ruang sidang Rektorat, Rabu (3/8). 

Lanjutnya, pengelolaan aset dalam rangka mendapatkan income generating sudah lebih dulu diterapkan pada Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi (UPT LTSIT). Sehingga diharapkan laboratorium lainnya bisa mencontohnya. 

"UPT LTSIT Unila sudah menghasilkan sekitar Rp600-700 juta per tahun, sehingga diharapkan laboratorium lainnya bisa mencontoh," ujarnya. 

Walaupun begitu, masih ada permasalahan besar yang menjadi kendala pada upaya optimalisasi laboratorium, seperti banyaknya mesin atau alat-alat laboratorium yang sudah usang. Untuk itu pihaknya mengusulkan agar universitas dapat mengajukan loan, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), kerja sama, atau upaya lainnya.

“Nanti akan ada satu pertemuan lagi setelah pelatihan baru disepakati apa yang bisa kita optimalkan dan bisa dilakukan. Tapi saya lihat ini sangat prospestik,” jelasnya.