Dorong Kemandirian Industri, Jokowi Minta TNI Geser Kebijakan Belanja Pertahanan Jadi Investasi Pertahanan

Presiden Jokowi mimimpin langsung upacara HUT TNI di Istana Negara, Selasa (5/10)/Repro
Presiden Jokowi mimimpin langsung upacara HUT TNI di Istana Negara, Selasa (5/10)/Repro

Paradigma belanja pertahanan yang selama ini dianut sudah saatnya diubah menjadi investasi pertahanan. Ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang mumpuni.


Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo dalam upacara peringatan HUT TNI ke-76, Selasa (5/10), modernisasi pertahanan harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertahanan.

"Saya tegaskan kembali, kita harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang, yang dirancang sistematis, dan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan," tutur Jokowi saat memimpin upacara peringatan HUT TNI di halaman Istana Merdeka yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/10).

"Untuk itu, Jokowi memerintahkan TNI terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi militer yang termutakhir. Sehingga Indonesia bisa lebih mandiri dalam industri pertahanan.

"Bergerak aktif dalam konsorsium pertahanan global, memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni," ujar Jokowi.

"Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. Bersatu, berjuang, kita pasti menang," tutup Jokowi.