DPRD dan Pemkab Lampura Segera Ambil Langkah Soal Tapal Batas

Tokoh adat Bungamayang/ Efriantoni
Tokoh adat Bungamayang/ Efriantoni

Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara, Wansori, menanggapi perihal diklaimnya tapal batas wilayah oleh Marga Buay Bulan Kabupaten Tubaba.


Tapal batas itu merupakan hak wilayah adat marga sungkai Bungamayang, kabupaten Lampung Utara. Baca: https://www.rmollampung.id/tokoh-adat-bungamayang-jelaskan-sejarah-tapal-batas-dengan-buay-bulan

Wansori, karenanya segera mengambil langkah responsif dan berkolaborasi dengan pihak eksekutif terkait.

“Sebagai ketua DPRD Lampura Saya akan secepatnya berkolaborasi dengan pemerintah daerah berkaitan dengan adanya pencaplokan batas wilayah,“ kata Wansori, sat ditemui di Rumah Jabatan Ketua DPRD setempat. Rabu ( 24/8).

Terkait hal ini, Wansori mempertanyakan dasar dan aturan masyarakat marga Buay Bulan mengklaim tapal batas yang berada di Way Pengacaran tersebut.

“Dasarnya apa aturannya apa. Jika bicara Story Tubab itu merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten Lampung Utara, Kok kita yang kena Caplok. Artinya tidak boleh semena-mena karena negara ini memiliki aturan,” kata Wansori.

Ditegaskan Wansori, pihaknya bersama pemerintah daerah harus segera merespon persoalan ini. Karena menurutnya persoalan ini akan menimbulkan gesekan sosial dan akan terjadi konflik yang sangat mudah menyulut emosi masyarkat.

“Dalam waktu dekat ini Saya akan melibatkan Komisi terkait dan melibatkan pihak-pihak terkait untuk turun kelapangan untuk mengkroscek lokasi perbatasan tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Asisten I Pemkab Lampung Utara, Mankodri mengaku pihaknya baru mendapat informasi adanya pengesahan pemekaran wilayah di perbatasan. Sementara terang Mankodri pihaknya sebelumnya telah melaporkan hal ini kepada Dirjen Pemerintahan Desa.

“Oleh sebeb itu pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak Kemendagri untuk mempertanyakan dasar pemekaran wilayah itu,” ujarnya.

Bahkan lanjut dia, dirinya telah mendapat perintah dari Bupati Budi Utomo melalui Sekretaris Daerah, Lekok untuk berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait persoalan ini.

“Kemudian seyogyanya jika batas wilayah itu sudah ditetapkan oleh Kemendagri kita harus tahu. Sampai hari ini kita belum tahu dasar hukumnya apa. Ini yang akan kita pertanyakan kepada Kemendagri,” tukasnya.

“Meraka (Marga Buay Bulan) telah melampaui atau menyeberang Way Pengacaran batas wilayah yang merupakan hak milik dari adat marga Bungamayang,” katanya.

Oleh sebab itu, dirinya selaku tokoh adat marga Sungkai Bungamayang yang berada di Kecamatan Muarasungkai berharap kepada pemerintah daerah yakni legislatif dan eksekutif serta pihak-pihak terkait agar dapat menyelesaikan batas-batas wilayah tersebut sesuai dengan hasil keputusan terdahulu.