Dua Anggota DPRD Lampung Dari Golkar Dan PDIP Dukung Lanjutkan Kota Baru




Dua anggota DPRD Lampung dari Partai Golkar dan PDIP mendukung Pemprov Lampung untuk melanjutkan pembangunan Kota Baru.

Menurut Tony dari Fraksi Partai Golkar, pembangunan Kota Baru harus dilanjutkan karena sudah ditetapkan melalui peraturan daerah (perda).

Hal senada disampaikan Apriliati dari Fraksi PDIP. Pembangunan Kota Baru solusi untuk mengurangi kemacetan yang ada di Kota Bandarlampung.



Keduanya mengatakan hal itu pada acara Diskusi Online Disrupsi Pemerintahan dan Politik di Era 4.0, Rabu (22/4).

"Pembangunan Kota Baru harus kita lanjutkan, namun tetap berdasarkan kemampuan keuangan daerah," katanya.

Ditambahkan oleh bakal calon bupati Lampung Selatan itu, seluruh anggota DPRD telah mengalokasikan anggarannya dalam APBD 2020.

Ditambahkan Apriliati, awal pembangunan Kota Baru telah menyerap investasi yang lumayan besar yaitu Rp400-500 miliar.

Namun pasca pergantian pemimpin daerah pembangunan tidak dilanjutkan, katanya.

Padahal, kata dia, di situ, telah berdiri RS Bandar Negara Husada, kompleks perkantoran, bahkan sudah ada kantor DPDR Provinsi Lampung.

Ia mengatakan akan mendukung pemerintah apabila akan kembali melanjutkan pembangunan Kota Baru.

"Kami mendukung untuk melanjutkan pembangunan Kota Baru itu. Kalau tidak dilanjutkan, nilainya akan susut dan rusak," ujarnya.

Perpustakaan Modern

Lain lagi dengan Suprapto, anggota DPRD Lampung dari Fraksi PAN.

Dia yakin Gubernur Arinal Djunaidi akan melanjutkan pembangunan Perpustakaan Modern di lokasi bekas Kantor Dinas Peternakan, Kedaton.

"Saya bersama dengan yang lain mendukung proses pembangunan perpustakaan ini," ujarnta.

Dia juga mendukung dillanjutkannya pembangunan Terminal Agrobisnis.

"Apalagi sekarang dengan adanya tol, posisi Terminal Agrobisnis menjadi strategis," ujar Suprapto.

Dia malah mengusulkan untuk menjadi terminal agrobisnis se-Sumatera agar masuk investasi dari provinsi-provinsi lain.