Teridentifikasi, Dua Warga Tubaba Korban Jatuhnya Pesawat

Konferensi pers identifikasi korban/Net
Konferensi pers identifikasi korban/Net

Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi dua dari tiga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Kabupaten Tulangbawang Barat.(Tubaba).


Keduanya adalah Pipit Piyono dan Yohanes. Satu lagi, Sugiono Effendy belum ditemukan dari lokasi jatuhnya pesawat.

Identifikasi korban melalui sidik jari dan DNA, ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono lewat sosial media Mabes Polri, Kamis (141).

Selain itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri telah menerima 134 sampel DNA dari kerabat 59 korban.

Tim gabungan telah menerima 139 kantong potongan tubuh korban. 

Sebelumnya, baru terdapat enam penumpang yang teridentifikasi dari pencocokan antemortem dan postmortem. Dengan demikian, total ada 12 penumpang yang teridentifikasi.

Keenam korban yang teridentifikasi sebelumnya adalah:

1. Okky Bisma pria (29), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagai Crew Flight Attendant

2. Asy Habul Yamin (36), warga Jalan Sakti Nomor 7A, RT 05/06, Kelurahan Patukangan Selatan di Pesanggrahan, Jakarta. 

3. Fadly Satrianto (38), warga Teluk Penanjung 17 RT 04/05 , Jawa Timur, sebagai Co-Pilot (crew ekstra). 

4. Khasanah (50), warga Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat. 

5. Indah Halimah Putri (26), warga Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

6. Agus Minarni (47), warga Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. 

Sriwijaya Air SJ 182 yang dipiloti oleh Captain Afwan, dan Co.Pileot Diego jatuh empat menit setelah tinggal landas dari Jakarta tujuan Pontianak.

Pesawat itu membawa 56 orang: 46 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi.

Pesawat Sriwijaya yang hilang kontak diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya sekitar Pulau Lancang.

Manajemen Sriwijaya Air masih mencari informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta – Pontianak..