Dua Jam Geledah Rumah Adik Andi Desfiandi, KPK Bawa 1 Koper

KPK melakukan penggeledahan di rumah Ary Meizari/Tuti
KPK melakukan penggeledahan di rumah Ary Meizari/Tuti

Tim penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan. Kali ini penggeledahan dilakukan di rumah pribadi Ary Meizari (adik Andi Desfiandi) yang berada di Jalan Purnawirawan 7, nomor 12/35, RT 01, LK02, Gunung Terang, Langkapura, Bandar Lampung. 


Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, tim penyidik KPK menggunakan empat mobil berplat B memasuki rumah Ary Meizari sekitar pukul 10.30 WIB dan keluar sekitar 12.30 WIB. 

Mereka terlihat membawa 1 koper berwarna hitam yang dimasukkan ke dalam bagasi salah satu mobil berplat Jakarta itu. 

Linmas setempat yang turut menyaksikan penggeladahan, Sanim mengatakan tidak ada satupun barang atau dokumen yang dibawa oleh KPK. Namun tim penyidik KPK melakukan penggeledahan ke semua ruangan di rumah hingga di dalam mobil. 

"Penggeledahan juga disaksikan oleh ibu, pembantu, dan satpam," Sanim, Kamis (25/8). 

Diketahui sebelumnya, Andi Desfiandi sebagai salah satu keluarga calon peserta seleksi Simanila diduga menghubungi Karomah untuk bertemu dengan tujuan menyerahkan sejumlah uang karena anggota keluarganya telah dinyatakan lulus Simanila atas bantuan Karomani. 

Andi Desfiandi menitipkan uang tunai sejumlah Rp150 juta kepada Mualimin salah satu dosen Unila. 

Atas perbuatannya tersebut, Andi Desfiandi telah ditetapkan tersangka dengan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi.

Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di Gedung Rektorat Unila pada 22 Agustus, dilanjutkan penggeledahan di Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan Unila pada 23 Agustus. 

Lalu pada 24 Agustus, tim penyidik KPK melanjutkan penggeledahan di dua rumah pribadi Karomani, dan juga rumah pribadi Muhammad Basri di Perumahan Korpri Jalan Korpri Raya, Harapan Jaya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.