Dua Kapal Tanker Disergap Memuat BBM Ilegal


RMOLLampung. TNI AL menyergap dua kapal tanker saat sedang memuat 800 ton BBM ilegal dari mobil tanki di pentai Mutun, Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Kapal MT Jaya Mukti ditangkap berikut kapten dan 12 ABK, Kamis (24/5), pukul 23.30 WIB. Sedangkan Kapal MT Kallyse ditangkap berikut kapten dan 11 ABK 30 menit kemudian, pukul 24.00 WIB.
Kapal MT Jaya Mukti milik PT Usaha Mitra Abadi memuat 600 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sedangkan MT Kallyse milik PT Pelayaran Bimas Raya memuat 200 ton solar.
Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Pulau Sebesi Lanal Lampung Koarmada I TNI-AL yang menangkap kedua kapal yang tidak memiliki surat-surat tersebut, kata Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yudo Margono di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Minggu (27/5).
Menurut dia, kedua kapal sudah diintai sejak beberapa hari lalu. Kapal itu mengangkut solar dari truk tangki. Kapal maupun truk tanki tak memiliki dokumen, ujar Laksamana Muda Yudo Margono.
Dia memperkirakan kapal tersebut bukan untuk diselundupkan ke luar negeri, tetapi untuk diperjualbelikan kembali ke kapal-kapal yang berada di sekitar Jakarta, Banten, atau Lampung.
Nahkoda dan ABK kedua kapal tersebut kini terancam Undang-Undang Migas dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 40 miliar. Selain itu, mereka terncam Undang-Undang Pelayaran dengan hukuman maksimal empay tahun penjara dan denda Rp 600 juta.
Kita kenakan Undang-Undang Migas yang terberat. Karena bahan bakar yang dibawa bahan bakar ilegal, sanksinya lebih berat. Di Palembang pernah seperti ini. Dua kapal dirampas negara karena membawa minyak ilegal,├óÔé¼┬Ø ujar Yudo. [hms]