Dua Pejabat Lampura Nyaris Duel Maut, Sekda Minta Mereka Damai

Sekdakab Lampung Utara Lekok/Ist
Sekdakab Lampung Utara Lekok/Ist

Sekdakab Lampung Utara Lekok meminta pejabat Dinas PU dan Sekretariat Sekdakab yang terlibat keributan untuk damai. Salah seorang dari mereka sudah melaporkannya ke Polda Lampung.


"Saya sudah perintahkan mereka berdamai karena berpotensi mengganggu sinergisitas tempat mereka menjabat, " ujarnya lewat relis ke Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (2/4).

Lekok menyesalkan terjadinya peristiwa yang mencoreng nama baik daerah. Dia tak mau menilai siapa yang salah dan siapa yang benar. "Keduanya introspeksi diri sajalah," tandasnya.

Sekda berpesan jangan lagi melakukan langkah-langkah yang berpotensi melanggar hukum.

"Selesaikan saja secara baik-baik dan ambil hikmahnya, nanti difasilitasi saja oleh pihak BPSDM dan buatkan berita acara perdamaiannya," katanya 

Peristiwa ini terjadi di Sekdakab Lampung Utara, Senin (26/4/2021), pukul 14.30 WIB. Sekretaris Dinas PU Lampung Utara Alpian Yusuf mengancam pakai badik Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJS) Agusri.

Tak terima, Agusri lewat pengacaranya, Gunawan Pharrikesit (GP) dari GP dan Partner's, melaporkannya ke Polda Lampung, Selasa (27/4).

"Terlapor datang dengan membawa senjata tajam dan mengeluarkannya dengan maksud membunuh dan atau melukai pelapor," kata Gunawan kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa malam (27/4).

Gunawan menceritakan kronologis peristiwanya. Setelah mencacimaki lewat telepon, Alpian Yusuf mendatangi Agusri ke ruang kerjanya dengan badik di pinggang. 

Dia menuduh Agusri telah memecat seorang tenaga honorer.

Alpian Yusuf dengan nada keras dan badik tak terima pemecatan terhadap seorang tenaga honorer bernama Makhdasari. 

Menurut Agusri, memang ada seorang tenaga honorer yang sudah empat bulan tidak masuk kerja.

"Saya menegurnya dan menyampaikan sebaiknya mengundurkan diri saja," ujarnya. Makhdasari lalu membuat surat pengunduran dirinya.

Agusri heran kenapa kemudian Alpian datang marah-marah dengan mengeluarkan kalimat-kalimat ancaman.

Menurut Gunawan Pharrikesit, ada beberapa orang yang menyaksikan peristiwa tersebut dan melerai agar tak terjadi kegaduhan dalam kantor.