Dua Zona Merah, Kepala Daerah Diminta Lebih Intens Tangani Covid-19 

Chusnunia Chalim/RMOLLampung
Chusnunia Chalim/RMOLLampung

Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim meminta kepada semua kepala daerah di 15 kabupaten/kota, terutama yang berada di zona merah untuk lebih intensif lagi dalam penanganan Covid-19.

Diketahui dua zona merah (resiko penyebaran sudah tidak terkendali/resiko tinggi) ialah Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran.

"Penetapan zona merah ini kan sudah ditentukan oleh gugus tugas pusat. Jadi kepala daerah harus lebih intensif lagi dalam penanganan dan ketersediaan tempat tidur yang ada di zona merah," katanya, Rabu (18/11).

Ia mengatakan pemprov dan DPRD saat ini sedang mempercepat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk segera disahkan menjadi Perda, agar situasi pandemi ini dapat terkendali.

"Karenakan penangan Covid-19 ini masih masing-masing. Ada perbub dan perwali jadi tidak seragam. Maka dari itu dengan adanya Perda AKB ini penanganan Covid-19 bisa seragam dan terkendali," kata Wagub.

Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay mengatakan, perda AKB ini dinilai sangat mendesak dan diskresi, sehingga harus dibedakan dengan Perda usulan pemprov maupun inisiatif DPRD.

"Kalau diskresi ini kita juga akan memangkas beberapa sistem tetapi dengan catatan tidak melanggar aturan. Kajian tetap harus ada dan ini mendesak. Ini segera akan kita sahkan," katanya.