Dugaan Korupsi BUMD PT LJU, Kejati Tunggu Hasil Audit BPKP

Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan/ Faiza
Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan/ Faiza

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Lampung mengenai kerugian atas dugaan korupsi di BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU).


"Kasus PT LJU masih menunggu perhitungan kerugian negara dari instansi yang kami minta untuk menghitung," kata Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan, Selasa (14/9).

Proses penghitungan kerugian negara ini dilakukan sejak penetapan dua tersangka pada 21 April 2021.

Dua tersangka itu, yakni Direktur Utama PT LJU berinisial AJU dan rekanan AJY atas dugaan korupsi pengadaan batu dan pasir untuk pembangunan jalan tol.  

Diketahui, nilai proyek pengadaan batu dan pasir yang dikelola AJU bersama Rekanan AJY Rp7 Miliar dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp3 Miliar. 

Modusnya, dua tersangka membuat perusahaan batu dan pasir fiktif dengan sistem pembayaran menggunakan pre-order. Di mana, uang dibayarkan tapi batu dan pasir tidak dikirim.