Dugaan Korupsi Dana Desa Bernung Dilaporkan ke Inspektorat

Inspektorat Pesawaran/ Rama
Inspektorat Pesawaran/ Rama

LSM Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) bersama perwakilan warga melaporkan dugaan korupsi Dana Desa (DD) Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Deswan ke Inspektorat setempat.


Ketua DPP LSM BANKI, Randy Septian mengatakan, laporan yang dilayangkan diterima Sub Bagian Perencanaan Inspektorat Kabupaten Pesawaran, Eli Susanti.

"Hari ini kami LSM BANKI melakukan pendampingan kepada warga Desa Bernung untuk melaporkan Kades Deswan atas dugaan korupsi DD dari 2018 hingga 2021 sebagai bentuk kepedulian LSM BANKI terhadap pembangunan desa milyaran rupiah yang bersumber dari dari pemerintah pusat," kata Randy, Jumat (27/5).

Menurutnya, hal itu pihaknya lakukan agar mempercepat proses penegakan hukum oleh Tipikor Polres Pesawaran yang memang sudah menunggu hasil investigasi dari Inspektorat Kabupaten Pesawaran.

"Ya, dengan dilayangkan laporan secara resmi ini, kami berharap bisa membantu Inspektorat dalam menegakkan aturan terkait penggunaan DD yang disinyalir telah terjadi tindak pidana korupsi khususnya di Desa Bernung," ujarnya.

"Kami lampirkan data-data yang dihimpun tim investigasi internal LSM BANKI, jumlah anggaran maupun titik-titik pembangunan yang diduga kuat ada permainan baik mark up maupun fiktif," ujarnya.

Sementara, Sub Bagian Perencanaan Inspektorat Kabupaten Pesawaran Eli Susanti menegaskan, pihaknya akan meneruskan laporan dari LSM BANKI kepada pimpinan dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Pasti kita tindaklanjuti, karena memang tim investigasi dari Inspektorat sudah mulai turun kebawah sejak ramainya pemberitaan terkait dugaan korupsi di Desa Bernung," tegas Eli.

Dikatakannya,Inspektorat Kabupaten Pesawaran dalam waktu dekat akan memberikan hasil investigasi tersebut sebagai bahan pihak Polres Pesawaran untuk menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut.

"Sesuai kata Polres kemarin, jangan dibalik-balik, jadi Inspektorat dulu investigasi baru Polres mau mengambil langkah, jadi kami juga didesak agar melakukannya," pungkasnya.